Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik, dibuat kesal dengan keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sebab pengajuan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada enam BUMD DKI senilai Rp4,49 triliun di APBD 2016 dicoret.

Menurut politisi Gerindra itu, Kemendagri harusnya membicarakan dulu dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI sebelum mencoret usulan PMP BUMD. “Diskusi dengan Banggar dulu dong,” kata dia, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (7/1).

Yang membuat Taufik kesal, sebab menurutnya seluruh PMP yang disetujui DPRD itu telah melalui pertimbangan matang. Dia lantas mencontohkan suntikan dana kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) senilai Rp750 miliar.

Kata dia, kucuran PMP dibutuhkan TransJakarta agar perbaikan moda transportasi umum di Ibu Kota terwujud demi kepentingan layanan transportasi publik. Sehingga menurut Taufik, harusnya Kemendagri menyetujui itu. “Bukan malah mencoret tanpa alasan jelas,” ketus bekas ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini.

Guna mengetahui persis dalih pencoretan PMP kepada enam BUMD tersebut, dirinya pun bakal mengundang Kemendagri ke Kebon Sirih. “Saya ingin tahu pertimbangan mereka,” pungkas mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

(Laporan: Fatah Hidayat Sidik)

()