Semburan debu vulkanis gunung Sinabung saat erupsi terlihat dari Desa Tiga Pancur, Karo, Sumatera Utara, Minggu (13/11). Aktivitas Gunung Sinabung sejak sepekan terakhir terus menunjukkan peningkatan sehingga masyarakat dan wisatawan dihimbau untuk tidak beraktivitas pada radius 3-5 km. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/pd/16.

Jakarta, Aktual.com – Kementerian ESDM melalui Badan Geologi menyatakan  status gunung Sinabung masih Level IV dalam status AWAS sejak terjadi erupsi yang disertai serangkaian awan panas

Pada pukul 08.09 WIB serangkaian awan panas guguran (APG) dan beberapa kali erupsi mencapai ketinggian kolom 2000-3000 m dari atas puncak.

Dalam rilis Kementerian ESDM Rabu (2/8) menjelaskan erupsi condong ke arah selatan, yang diikuti oleh APG. Total hingga pukul 11.10 WIB telah terjadi 16 kali APG. Jarak luncur APG berkisar 2500-4500 ke arah Tenggara Timur, dengan durasi berkisar 251-707 detik. Kolom asap berkisar 1000-4200 meter dari atas puncak, condong ke arah selatan.

Dampak landaan APG masih terjadi di dalam daerah yang direkomendasikan oleh Badan Geologi-KESDM. Badan Geologi-KESDM sudah meminta agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur G. Sinabung.

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar. Aktivitas vulkanik G. Sinabung secara umum sampai saat ini ditandai dengan Gempa Low Frequency < 10 kejadian/hari dan pertumbuhan kubah lava yang relatif kecil (~ 1 m3/s) dengan volume kubah lava berdasar hasil pengukutran 19 Juli 2017 sudah mencapai 2,3 juta m3.

(Reporter: Dadangsah Dapunta)

(Dadangsah Dapunta)

(Eka)