Donald Trump Menangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat. (ilustrasi/aktual.com)
Donald Trump Menangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump memuji sikap Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menahan diri melakukan pembalasan dalam perselisihan terkait serangan-serangan dunia maya dan mata-mata.

Sebelumnya Putin mengatakan tak akan membalas atas pengusiran 35 orang Rusia yang disangka mata-mata oleh Presiden Barack Obama, sedikitnya hingga Trump naik ke tampuk ke kuasaan pada 20 Januari.

“Langkah besar mengenai penangguhan (oleh Presiden Vladimir Putin) – Saya selalu tahu ia sangat cerdas!” demikian Trump menulis di Twitter, Minggu (1/1).

Pada Kamis Obama memerintahkan pengusiran orang-orang Rusia itu dan memberlakukan sanksi-sanksi atas dua agen intelejen Rusia karena keterlibatan mereka dalam meretas kelompok-kelompok politik dalam pemilihan presiden AS pada 8 November.

“Kami tidak akan mengusir siapapun,” kata Putin dalam satu pernyataan, menambahkan bahwa Rusia memiliki hak untuk melakukan pembalasan.

“Langkah-langkah berikutnya menuju restorasi hubungan Rusia-Amerika akan dibangun atas dasar kebijakan yang pemerintahan Presiden D. Trump akan laksanakan,” kata dia.

Trump telah berkali-kali memuji Putin dan menominasikan orang-orang yang dipandang dekat dengan Moskow untuk menduduki jabatan-jabatan senior di pemerintahan, tapi belum jelas apakah ia akan meninggalkan aksi-aksi Obama, yang menandai level rendah pasca Perang Dingin dalam hubungan As-Rusia.

Trump telah menepis tuduhan-tuduhan dari CIA dan badan-badan intelejen lainnya bahwa Rusia berada di balik serangan-serangan siber. “Sudah waktunya bagi kita untuk melangkah ke hal-hal yang lebih besar dan lebih baik,” kata Trump.

Badan-badan intelejen AS mengatakan Rusia berada di belakang peretasan operasi-operasi dan organisasi-organisasi partai Demokrat sebelum pemilihan presiden. Moskow membantah hal ini. Para pejabat intelejen AS mengatakan serangan-serangan siber Rusia bertujuan untuk membantu Trump mengalahkan Hillary Clinton dari Demokrat.

(Eka)