Jakarta, Aktual.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakhiri kunjungannya ke China, Jumat, setelah melakukan pembicaraan selama dua hari dengan Presiden Xi Jinping dalam pertemuan penting antara dua ekonomi terbesar dunia, sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency.
Trump meninggalkan Beijing menggunakan pesawat Air Force One dari Bandara Internasional Beijing Capital usai menghadiri jamuan resmi di kompleks Zhongnanhai. Menteri Luar Negeri China Wang Yi turut melepas keberangkatan tersebut dalam upacara resmi.
Dalam pernyataannya, Trump memuji hubungan personalnya dengan Xi dan menyebut relasi kedua negara berada dalam kondisi “sangat kuat.” Ia juga menegaskan kesamaan pandangan terkait isu global.
“Kami tidak ingin Iran memiliki senjata nuklir. Kami ingin selat tetap terbuka,” ujar Trump, dikutip dari Anadolu Agency.
Kunjungan ini berlangsung di tengah konflik di Timur Tengah yang berdampak pada jalur energi global, termasuk Selat Hormuz. China dalam kesempatan tersebut kembali menyerukan dialog untuk menjaga stabilitas kawasan.
Pada hari kedua pertemuan, Trump juga mengklaim bahwa AS dan China telah mencapai sejumlah kesepakatan dagang yang disebutnya “fantastis”, sebagaimana dilaporkan Kyodo News.
“Kami membahas begitu banyak hal lain kemarin dan kami sepertinya sudah saling sepakat,” kata Trump, dikutip dari Kyodo News.
Laporan Kyodo News menyebutkan kesepakatan tersebut berpotensi mencakup pembelian besar komoditas pertanian AS oleh China serta rencana pembelian hingga 200 pesawat buatan Boeing.
Selain perdagangan, kedua negara juga membahas kerja sama di bidang teknologi, termasuk pengembangan protokol keamanan kecerdasan artifisial (AI) serta wacana pembentukan badan investasi bersama untuk sektor non-sensitif.
Xi menyebut kunjungan Trump sebagai peristiwa “bersejarah” dan menegaskan komitmen China untuk terus membuka kerja sama ekonomi dengan perusahaan-perusahaan AS. Perdana Menteri Li Qiang juga menyampaikan harapan serupa dalam pertemuan terpisah dengan pelaku bisnis AS.
Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi presiden AS yang sedang menjabat ke China dalam sembilan tahun terakhir. Trump sebelumnya mengunjungi Beijing pada 2017 dalam masa jabatan pertamanya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















