Jakarta, aktual.com – Kota Padang merupakan salah satu wilayah di Pulau Sumatera yang sedang menuju status metropolitan. Meski begitu, nilai-nilai budaya dan tradisi di Padang tidak meluntur sedikit pun. Hal itu terbukti dengan adanya ritual-ritual nenek moyang yang masih dilestarikan sampai sekarang. Apa saja? Simak penjelasan berikut ini.

1. Turun Mandi
Turun mandi adalah ritual bayi baru lahir yang diadakan oleh pihak keluarga. Upacara ini merupakan bentuk ungkapan syukur orang tua atas anugerah Sang Pencipta. Tidak hanya itu, turun mandi juga menjadi momen pertama bagi bayi untuk mengenal lingkungan dan masyarakat.

Dalam upacara turun mandi, beberapa syarat harus dipenuhi. Pertama, ritual wajib dilaksanakan di sungai. Jadi, bayi yang akan melakukan upacara tersebut, digendong oleh bidan atau dukun bayi dari rumah ke sungai.

Syarat kedua, yakni menyediakan batiah bareh badulang (beras goreng). Hidangan ini nantinya disantap oleh anak-anak yang hadir dalam acara ritual. Selain itu, orang tua harus menyiapkan sigi kain buruak atau obor berbahan kain robek. Benda tersebut dibawa dari rumah menuju sungai bersama bayi.

Selain dua syarat di atas, orang tua juga harus membawa tampang karambia tumbuah (bibit kelapa) dan tangguak (alat penangkap ikan). Syarat terakhir adalah palo nasi yang diolesi arang dan darah ayam sebanyak tiga cawan.

2. Malapeh Biduak


Menjelang musim berlayar, para nelayan di Kota Padang biasanya menggelar ritual malapeh biduak ka lauik. Dalam bahasa Indonesia, artinya ritual melepas kapal tangkap ke laut.

Tujuan upacara ini adalah menyampaikan permohonan kepada Sang Pencipta agar biduk (kapal tangkap) milik mereka bisa membawa rejeki yang berkah.

Ritual malapeh biduak ka lauik dimulai dari mandarah, yakni menyiramkan air bunga tujuh rupa dan jeruk nipis di biduk. Usai prosesi ini, pemimpin upacara memandu doa dan makan bersama.

3. Batagak Pangulu
Ritual batagak pangulu merupakan upacara pengangkatan kepala suku orang Minangkabau di Padang. Kepala suku disebut panghulu suku atau datuak. Proses ritual tidak boleh dilakukan oleh keluarga calon datuak, melainkan mufakat kaum dan Karapatan Adat Nagari (KAN).

Sebelum upacara berlangsung, penyelenggara menyiapkan kerbau untuk disembelih. Kerbau ini disajikan untuk ritual yang dilaksanakan selama 3—7 hari. Kemudian, pemasangan deta panghulu (tutup kepala kebesaran penghulu) dilakukan oleh pucuk adat.

4. Ritual Barzanji
Orang Padang juga sering melakukan ritual doa keselamatan untuk anak dan keluarga. Ritual tersebut dinamakan barzanji. Selama melangsungkan adat barzanji, peserta membacakan selawat untuk Nabi Muhammad SAW. Di samping itu, dalam ritual juga didendangkan pesan moral dengan irama khas Minang dan musik gambus.

5. Serak Gulo
Tradisi serak gulo diadakan setiap tanggal 1 Jumadil Akhir dalam penanggalan Hijriyah. Biasanya, ritual tersebut dilakukan oleh warga Padang keturunan India yang beragama Islam. Mereka membagikan tiga ton gula pasir dalam bungkusan aneka warna di Jalan Pasar Batipuh, Kecamatan Padang Selatan.

Demikian beberapa ritual yang masih bisa Anda saksikan ketika traveling ke Padang. Jika Anda ingin bermalam di kota tersebut, pastikan mencari hotel di Padang melalui situs atau aplikasi Airy.

Anda bisa booking hotel online mana saja dengan harga terjangkau. Tiap kamarnya juga dilengkapi fasilitas memadai, seperti AC, TV, dan akses internet gratis. Selain itu, Anda bisa bayar dengan berbagai metode, seperti ATM dan internet banking.

(Zaenal Arifin)