Jakarta, Aktual.com – CTO PT Terralogiq Integrasi Solusi, Farry Argoebie, menyampaikan pandangannya tentang pengaruh penerapan Google Workspace for Education terhadap siswa. Menurutnya, infrastruktur pembelajaran daring tersebut telah dengan sendirinya mengasah keterampilan dan kemampuan digital siswa.

Bagi siswa dari sekolah menengah dan sekolah dasar, belajar dan aktivitas kelas melalui Google for Education akan melatih keterampilan mereka menggunakan teknologi komunikasi itu sendiri.

“Sebagian besar mitra kami dari lembaga pendidikan mulai mengintegrasi Google for Education ketika sistem daring tidak dapat terhindarkan lagi karena pandemi. Jadi, siap atau tidak siap mereka harus menggunakannya. Karena pembelajaran daring satu-satunya solusi maka siswa dituntun untuk menggunakan teknologi yang ada setelah sebelumnya hanya mengenal media sosial, game dan googling. Rutinitas harian belajar melalui Google for Education melatih kesadaran dan keterampilan siswa yang kemudian menumbuhkan kemampuan mereka menggunakan teknologi. ”

Terralogiq yang selama ini menjadi mitra integrasi Google Maps Platform dan Google Cloud Platform adalah juga reseller resmi Google untuk pemasaran Google Workspace. Metode pembelajaran di sekolah-sekolah yang terintegrasi dengan platform Google memungkinkan pengelolaan kelas berbasis teknologi yang lebih fleksibel dan dikustomisasi. Keuntungannya, siswa mudah beradaptasi dan mengikuti program tanpa kehilangan konsep. Selanjutnya, dengan kesadaran berteknologi siswa diharapkan mampu berpikir kritis dan berinovasi.

“Keterampilan digital sejak dini menyiapkan siswa menghadapi perkembangan teknologi ke depan. Siswa lebih siap dalam hal kompetensi dan kecakapan menggunakan teknologi komunikasi.” Tutur Farry Argoebie.

Melatih kemandirian siswa

Di satu sisi menyederhanakan cara staf pendidik mengelola kelas, Google for Education menciptakan basis kerja kelompok di platform digital. Agar terintegrasi, siswa membutuhkan kemampuan untuk menjalankan fungsi-fungsi aplikasi. Google for Education dirancang dengan sistem yang disederhanakan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar. Sistem ini juga dapat disinkronkan dengan infrastruktur pembelajaran lain yang akan saling mengisi dan melengkapi.

Keunggulan dari Google for Education adalah melibatkan siswa secara aktif ke dalam sistem. Dampak positifnya siswa lebih mandiri, bertanggung jawab dan kreatif. Pada satu sisi, banyak siswa menemukan bahwa sistem daring memudahkan mereka mengakses pengetahuan dari guru serta mampu melakukan kerja sama kelompok dari rumah masing-masing tanpa dengan pengawasan dari orang tua dan guru.

Menyiapkan siswa terhadap perkembangan dunia teknologi komunikasi

Bentuk penerapan Google for Education tidak berbeda jauh dengan Google Workspace di perusahaan. platform ini memastikan kerja sama, pembagian kelompok, pengumpulan tugas dan interaksi internal group belajar dapat berjalan. Sebagai sebuah platform belajar terpusat, Google for Education menjamin berhasilnya kolaborasi antara guru dan siswa.

Kelas daring memberikan pemahaman tentang alur kerja tim dan komunikasi internal di dalam sistem bagi siswa. Dengan demikian, siswa setidaknya menemukan dasar dari sistem teknologi komunikasi yang saat ini digunakan dalam dunia kerja. Hubungannya jelas, ketika lulus dan bergabung ke perusahaan mereka tidak membutuhkan penataran mengenai sistem komunikasi.

Farry Argoebie berharap, seluruh aspek yang dibutuhkan untuk mengolah dan memproses materi belajar akan membantu siswa kelak di dunia dunia kerja. Kecakapan serta keterampilan yang mereka miliki saat menerapkan Google for Education sekarang adalah fundamental yang perlu dipertahankan sebagai salah satu cara menghadapi perkembangan teknologi selanjutnya.

 

(Advertorial)