Kupang, Aktual.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan tiga wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami hari tanpa hujan (HTH) dengan kategori ekstrem panjang atau lebih dari 60 hari.

“Tiga wilayah mengalami HTH ekstrem panjang akibat musim kemarau, yaitu Rambangaru dan Kamanggih di Kabupaten Sumba Timur dan Baumata di Kabupaten Kupang,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang BMKG, Rahmattulloha Adji ketika dikonfirmasi di Kupang, Kamis (13/10).

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan pemantauan HTH di NTT pada Dasarian I Oktober 2022 yang diperbaharui per 10 Oktober.

Rahmattulloh menjelaskan HTH tertinggi terjadi di wilayah Rambangaru yang tidak mengalami curah hujan hingga 205 hari, disusul Baumata 102 hari dan Kamanggih 88 hari.

Daerah dengan HTH kategori ekstrem panjang ini berada dalam ancaman bencana kekeringan, sehingga perlu diwaspadai masyarakat setempat.

Ia menjelaskan secara umum wilayah NTT saat ini berada pada masa peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Oleh karena itu, masyarakat di wilayah yang masih terancam kekeringan dapat melakukan berbagai upaya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Sedangkan masyarakat di wilayah yang lebih dahulu memasuki musim hujan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Rahmattulloh menambahkan berdasarkan analisis curah hujan, umumnya wilayah NTT mengalami curah hujan dengan kategori rendah (0-50 mili meter/dasarian).

Beberapa wilayah yang mengalami curah hujan kategori tinggi (151-300 mili meter/dasarian), yaitu sebagian besar Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, sebagian Manggarai Timur, sebagian kecil Ngada, Ende, Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara.(Antara)

(Warto'i)