Banjarmasin, aktual.com – Tim dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos pada Senin (25/11) dijadwalkan akan meninjau langsung para korban kebakaran yang menghanguskan 200 rumah di Sungai Bali, Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru.

“Memang benar, dijadwalkan datang Dirjen Sosial dari Kemensos RI untuk meninjau para korban kebakaran di Pulau Sebuku, Kotabaru,” kata Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinas Sosial Provinsi Kalsel Achmadi di Banjarmasin, Minggu (24/11).

Dikatakannya, Dirjen Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos RI itu rencana akan melihat langsung kebutuhan yang khusus yang diperlukan oleh para korban peristiwa kebakaran tersebut.

Selain itu nantinya Tim dari Dirjen tersebut juga akan melakukan analisa dan evaluasi di tempat kejadian untuk tindak lanjut apa yang akan diberikan kepada para korban kebakaran.

Bukan itu saja, Tim Tagana Provinsi Kalsel juga telah lebih dulu memberikan bantuan kepada para korban kebakaran berupa sandang pangan.

Tagana Provinsi Kalsel juga sudah berada di tempat kejadian untuk mendirikan dapur umum dan tenda-tenda darurat agar para korban untuk sementara bisa berteduh di tenda-tenda tersebut.

“Kami sudah mendirikan tenda darurat dan dapur umum, tapi kebanyakan para korban kebakaran pengungsi ke pihak keluarga mereka dan hanya sebagian yang berada di tenda tersebut, untuk keperluan lain mereka tetap mengambil langsung ke dapur umum yang telah kami sediakan,” tuturnya.

Achmadi mengatakan, pada Minggu, Tagana Provinsi Kalsel telah menyalurkan bantuan berupa mie instan, paket lauk pauk, paket sandang, tenda gulung, makanan anak, family kit, kid ware, gula dan lainnya dengan total keseluruhan senilai Rp162.053.900.

Sementara itu, untuk memperkuat penanganan korban kebakaran Tim Tagana Kalsel dibantu Tim Tagana dari Kabupaten Tanah Bumbu yang saat ini sudah berada di tempat kejadian.

Kebakaran yang terjadi di Desa Sungai Bali, Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru itu terjadi pada Minggu (24/11) dini hari, sekitar pukul 00.30 WITA.

Sebanyak 200 unit bangunan rumah yang terbakar, dan dari data yang ada diperkirakan sekitar 700 jiwa kehilangan tempat tinggal. [Eko Priyanto]

(Zaenal Arifin)