Jakarta, Aktual.co — Plt Gubernur DKI Jakarta Ahok mengakui sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) Pemprov DKI tinggi dikarenakan banyaknya anggaran siluman dalam APBD DKI dan SKPD yang masih belum menggunakan sistem e-budgeting.

“Silpa DKI itu banyak banget sebetulnya. Banyak kepala dinas beralasan (anggaran siluman) itu. Yah, enggak apa-apa, yang penting jadi hemat,” ujar Ahok di Jakarta, Sabtu (8/11).

Lebih lanjut dirinya mencontohkan, adanya silpa di Dinas Kesehatan dalam hal program pembelian alat pemadam kebakaran. “Masa di Dinas Kesehatan tiba-tiba ada program beli alat pemadam kebakaran, hubungannya apa Dinas Kesehatan beli alat pemadam? Ya sudah kepala dinasnya mencoret dan tidak mengeluarkan uang itu,” ujarnya.

Selain adanya anggaran siluman, tingginya silpa juga disebabkan banyak SKPD yang belum menerapkan e-budgeting. Untuk itu, Ahok mengatakan akan segera memerintahkan semua SKPD untuk melakukan e-budgeting agar tidak ada anggaran yang bisa diubah-ubah. Contohnya, di Dinas Kebersihan menganggarkan pembelian truk sampah melalui e-catalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Namun, begitu DPRD DKI mengesahkan anggaran perubahan, tiba-tiba saja program itu hilang.

“Kalau seperti itu kan kacau, duitnya tiba-tiba hilang padahal sudah mau dibayar truk sampahnya. Nah,kejadian seperti ini kan sabotase karena mereka (SKPD) menolak sistem e-budgeting,” ujarnya.

Sebagai informasi, Kamis lalu (6/11), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi DKI Jakarta menemukan banyaknya anggaran “siluman” pada APBD 2014 di Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Kesehatan pada APBD 2014.  Total anggaran siluman yang ditemukan di Dinas PU DKI mencapai Rp 3,518 triliun dengan 252 kegiatan fiktif dan di Dinas Kesehatan dengan jumlah anggaran siluman sebesar Rp 33,442 miliar dengan 34 kegiatan fiktif.

(Eka)