Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko (kiri), Menteri Kesehatan Nina Moeloek (dua kiri), Ketua DPD Oesman Sapta Odang (ketiga kanan) serta mantan Kepala BNN Komjen Pol (Purn) Budi Waseso (kanan) memberikan keterangan pers sebelum memusnahkan narkotika jenis sabu di lapangan silang Monas, Jakarta, Jumat (4/5). Sebanyak 2,647 ton barang bukti narkotika jenis sabu dimusnahkan dari hasil penyitaan oleh BNN dan Direktorat IV Bareskrim Polri dari delapan tersangka yang diancam hukuman mati. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) untuk menambah lagi jumlah pebisnis dari kalangan wanita Islam supaya kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik dengan perbaikan ekonomi.

“Tentu para pengusaha muslimah bukan hal yang baru, banyak juga di daerah, tetapi perlu didorong lebih banyak lagi. Karena itu harapan saya Ipemi ini dapat memajukan usaha anggotanya dan mengajak muslimah lainnya sehingga memajukan kita semuanya,” kata Wapres pada Rapat Kerja Nasional Ipemi di Jakarta Pusat, Senin (29/7).

Dengan adanya pertemuan seluruh anggota Ipemi, diharapkan kisah sukses muslimah pengusaha di Indonesia dapat menjadi daya tarik bagi muslimah lain untuk memulai wira usaha.

Menurut Wapres, perempuan memiliki peran penting dalam kegiatan perekonomian khususnya untuk usaha kecil dan menengah. Karena itu Ipemi diharapkan dapat mengajak muslimah lain untuk terjun ke dunia usaha.

JK pun menceritakan keberhasilannya hingga saat ini juga tidak lepas dari peran dua perempuan yang terjun di dunia bisnis, yaitu ibunya, Athirah Kalla dan istrinya, Mufidah Mi’ad Saad.

“Ibu saya, waktu ekonomi keluarga mengalami krisis karena krisis dunia, dialah yang mendukung kami semua. Juga saya di Jakarta ini kalau dihitung penghasilan saya sebagai wapres tidak bisa berjalan baik tanpa dukungan istri saya yang juga pengusaha,” ujarnya.

(Abdul Hamid)