Waketum Gerindra Ferry Juliantono dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (1/8). Diskusi tersebut membicarakan ekonomi Indonesia yang semakin terpuruk. Foto: Aktual.com/Fadlan Syiam Butho.

Jakarta, Aktual.com – Sejumlah tokoh nasional dan puluhan mantan aktivis nasional berkumpul di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/8). Mereka berkumpul dalam acara diskusi publik bertajuk Ancaman Krisis Ekonomi.

Waketum Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, diskusi ini perlu dilakukan mengingat situasi ekonomi negara saat ini terus memburuk. Sebaliknya, pemerintah justru sibuk menyangkal bahwa kondisi perekonomian masih aman.

“Kami merasa perlu untuk membahas amcaman krisis ekonomi yang akan lebih besar dari krisis moneter tahun 1998,” ujar Ferry yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi bersama Rizal Ramli dan Kwik Gian Gie.

“Pemerintah seolah tidak berdaya, malah asik pencitraan. Padahal rakyat makin mengencangkan ikat pinggang. Lapangan kerja makin sulit dan harga – harga kebutuhan pokok melambung tinggi,” sambung dia.

Ferry berharap, diskusi publik ini dapat membetot perhatian para elit dan pemerintah yang sudah seharusnya memikirkan dampak krisis ekonomi yang sudah ada di depan mata.

Krisis ini kian parah di tengah sulitnya mendapatkan lapangan kerja dan harga kebutuhan pokok yang kian meroket.

“Ini sudah darurat ekonomi. Kita harus melakukan referendum ekonomi terhadap Jokowinomic yang secara nyata tidak dapat menjawab pasal 33 UUD 1945, untuk mensejahterakan rakyatnya,” tandasnya.

Dalam diskusi ini dihadiri Rachmawati Soekarno Putri, Sri Bintang Pamungkas, Prof Sri Edi Swasono, Sahganda Nainggolan, Ahmad Dhani, dan tokoh-tokoh.

 

Penulis: Fadlan Syiam Butho.

()