Jakarta, Aktual.co — Sebanyak tujuh dari 155 penumpang pesawat AirAsia yang hilang kontak dalam penerbangan dari Bandara Juanda Surabaya ke Singapura pada Minggu pagi (28/12), berasal dari Nusa Tenggara Timur.

“Ketujuh penumpang itu masing-masing Martinus Djomi (suami), Ria Ratna Sari (istri), dan Kayle C Djomi, bayi berusia dua tahun. Kemudian keluarga Santoso berjumlah tiga orang yakni Fandi Santoso, Karina Santoso, dan Theo Santoso,” kata kata Bupati Manggarai Christian Rotok, ketika dihubungi, Senin (29/12).

Sementara itu, kata Bupati Rotok, satu penumpang lagi asal Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur bernama David Hartono. Sedangkan enam penumpang tersebut di atas berasal dari Ruteng, ibu Kota Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

“Ada dua keluarga dari Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur yang menjadi penumpang pesawat AirAsia tersebur,” katanya.

Khusus keluarga Marthinus yang menjadi korban pesawat naas itu kata Bupati Rotok, sebelumnya tinggal di Kecamatan Reo dan Keluarga Fandi tinggal di Ruteng.

Dia mengaku telah mendatangi kediaman dua keluarga tersebut, namun tidak menemui satu orang pun di rumah itu, karena rumah tertutup.

Bupati menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa warganya tersebut.

Ia berharap pesawat tersebut mendarat di suatu tempat dan penumpang dalam keadaan selamat. “Kami berdoa semoga penumpang pesawat ditemukan selamat,” katanya.

Bupoati dua periode itu meminta keluarga korban dapat menghubungi pihak AirAsia menyediakan nomor darurat bagi keluarga dan kerabat penumpang yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut di nomor (6221) 7292 70850 atau Mobile: (62) 878 7574 9258.

Pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 8501 dari Surabaya tujuan Singapura hilang kontak pada Minggu (28/12) tak lama setelah lepas landas dari Bandara Juanda Surabaya.

Artikel ini ditulis oleh: