Jakarta, Aktual.com – Aliansi mahasiswa dan rakyat menggelar aksi solidaritas di depan Kampus ITB AD, Tangerang Selatan (20/6). 
Aksi ini mendoakan para korban tewas dalam peristiwa 21-22 Mei di Bawaslu, Sabang, Petamburan dan sekitarnya. 
Tak hanya itu, mahasiswa dan rakyat mendoakan meninggalnya ratusan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPP) saat ini seakan luput dari perhatian pemerintah. 
Mahasiswa yang terlibat aksi terdiri dari berbagai universitas, mulai dari UMJ, Unpam, UIN, UMT yang tergabung dalam Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando) dan barisan rakyat yang terdiri dari para emak-emak, habaib serta unsur rakyat lain. 
Sebelum melakukan aksi, massa melakukan long march dari Taman UMJ 1955 hingga depan kampus ITB AD seusai Sholat Ashar. 
Di sela aksi, massa sempat terlibat dorong dengan aparat. Hal karena massa sempat memblokir satu jalur ke arah Ciputat. Namun ketegangan tidak berlangsung lama karena massa membuka blokade. 
Untuk mencairkan suasana, massa membagikan bunga tanda perdamaian ke polisi dan pengendara jalan. 
Selepas itu, massa kembali ke Taman UMJ 1955 dengan membentangkan bendera merah putih 100 meter.
Aksi sendiri ditutup dengan Sholat Ghoib untuk mendoakan korban meninggal dari KPPS dan Tragedi 21-22 Mei.
(Fadlan Butho)