Jakarta, Aktual.co —UAE, salah satu anggota penting dalam koalisi serangan udara internasional melawan ISIS ternyata belum menerbangkan pasukan tempurnya di Suriah sejak akhir Desember. Menurut informasi dari pihak berwenang AS, UAE memutuskan tak mengirim pesawat tempurnya tak lama setelah pesawat Jordania jatuh dan pilotnya (yang akhirnya tewas dieksekusi ISIS) ditahan. Insiden tersebut menyebarkan ketakutan dikalangan militer udara UAE. Mereka khawatir bernasib sama dengan pilot Jordan itu.

“Saya bisa mengkonfirmasi bahwa UAE menunda melakukan serangan udara, tak lama setelah pesawat Jordan jatuh,” kata seorang pejabat militer AS yang tak disebutkan namanya kepada AFP, Rabu (4/2). “Tapi saya bisa menjelaskan, hingga hari ini UAE tetap menjadi mitra penting dan strategis yang memberi kontribusi besar bagi koalisi ini,” kata sumber anonim tersebut. Sumber tersebut menolak menyebutkan nama karena situasi tersebut harusnya bukan untuk dipublikasikan dan ia bukan orang yang berhak untuk bicara tentang situasi ini.

Sebelumnya, surat kabar AS The New York Times mengabarkan bahwa UAE mengambil keputusan untuk berhenti memimpin serangan udara internasional, tak lama setelah beredar video tentang pembakaran pilot Jordania yang dilakukan ISIS.