Mataram, Aktual.com — UN-Habitat Indonesia, sebagai lembaga pemukiman di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang merupakan mitra Kementerian Pekerjaan Umum (KPU) akan membantu Pemerintah Kota Mataram mewujudkan Ampenan menjadi jaringan kota pusaka dunia.

“Lembaga UN-Habitat ini merupakan kelembagaan nasional dengan jejaring internasional, menjadi mitra Kementerian Pekerjaan Umum dalam mendukung program pemerintah ‘100 kosong 100’,” kata Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Minggu (6/9).

Martawang mengatakan, program “100 kosong 100” yang dimaksud adalah 100 persen sambungan air minum, nol persen lingkungan kumuh perkotaan, dan 100 persen sanitasi layak perkotaan.

Namun UN-Habitat menambahkan dari program “100 kosong 100” adalah 50 persen pembangunan memiliki izin bangunan (IMB) bagian dari penataan kota-kota di Indonesia.

Menurutnya, untuk melaksanakan program “100 kosong 100” plus 50 persen itu tim dari UN-Habitat pada Jumat (4/9) sudah datang melakukan survei ke Kota Mataram khususnya Kota Tua Ampenan yang akan menjadi bagian pelaksanaan program yang akan diintervensi oleh UN-Habitat.

“UN-Habitat nantinya berfungsi membantu mendesain dan menghubungkan pemerintah dengan kelembagaan baik nasional maupun internasional untuk berkontribusi mewujudkan pengembangan Ampenan sebagai jaringan kota pusaka dunia sesuai dengan bidang dan program yang akan dilaksanakan,” katanya.

Dalam pertemuan itu, sekitar empat orang tim UN-Habitat yang datang menyampaikan bahwa Kota Mataram menjadi salah satu kota dari enam kota di Indonesia yang mendapat prioritas program “100 kosong 100” plus 50 persen yang akan didampingi langsung oleh UN Habitat.

Kota-kota yang dimaksudkan adalan, Kota Mataram untuk penataan kota pusaka, Aceh untuk mewujudkan kota tangguh bencana, selanjutnya Bogor untuk menciptakan kota dalam taman.

Selain itu, Kota Malang sebagai kota bebas rumah kumuh perkotaan, sedangkan Kota Palu dan Banjarmasih diprogramkan untuk kota “water front city”.

“Tetapi, sampai saat ini kita belum mendatangi perjanjian apapun, karena tim UN-Habitat ini juga terlebih dahulu melakukan konsultasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

Menurut rencana, UN-Habibat ini nantinya akan ada perjanjian kerja sama antara pemerintah kota dengan UN-Habitat tiga tahun ke depan.

“Pendampingan UN-Habibat dalam mewujudkan Ampenan sebagai jaringan kota pusaka tidak akan tumpang tindih dengan program ekodistrik sebaliknya akan menjadi satu kesatuan program,” ujarnya.

(Ant)

()