Banda Aceh, Aktual.co — Lembaga dunia untuk pengungsi (UNHCR) mendata warga Rohingnya yang terdampari di perairan Seunuddon, Aceh Utara. Saat ini, 554 warga Rogingnya tersebut ditampung di TPI Kuala Cangkoi, Lapang, Aceh Utara.
Public Relation Officer UNHCR Mitra Salima Suryono kepada Aktual.co, Kamis (14/5) menyebutkan pihaknya terus melakukan pendataan terhadap pengungsi muslim itu. Lembaga dunia itu juga menyediakan penerjemah dalam proses pendataan.
Saat disinggung opsi penempatan di negara lain, Mitra Salima menyebutkan pihaknya terus mengkaji penempatan warga Rohingnya di negara lain, sehingga mereka bisa bekerja di negara lain tersebut. 
“Kajian penempatan di negara lain tentu ada, saat ini kita fokus pendataan dulu,” ujarnya.
Disebutkan pihaknya mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang mau menerima warga Rohinnya. Bahkan, Mitra juga mengapresiasi sikap pemerintah daerah yang sangat terbuka dan menyiapkan berbagai keperluan muslim Rohingnya. “Bantuan datang dari pemerintah dan masyarakat saban hari, ini sangat kita apresiasi,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Aceh menyalurkan dua truk bantuan untuk warga Rohingnya di Aceh Utara. Bantuan itu berupa sembako, pakaian pria dan wanita, pempers bayi, matras, jilbab, dan kain. Gubernur Aceh, Zaini Abdullah meminta agar bantuan itu segera disalurkan kepada pengungsi muslim tersebut di Aceh Utara. “Ini bantuan untuk saudara kita sesama muslim,” pungkas gubernur.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga Rohingnya terdampar di Aceh Utara. Mereka ditelantarkan agen kapal di tengah laut dan kehabisan bahan bakar minyak. Sejak dua bulan lalu mereka berangkat dari Myanmar dan Banglades dengan negara tujuan Malaysia. Namun, terdampar di perairan Seunuddon, Aceh Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby