Pangkalpinang, aktual.com — Sejumlah persoalan lingkungan hidup seperti ruang terbuka hijau (RTH), pengelolaan sampah, hingga potensi banjir menjadi topik utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Bapperida Kota Pangkalpinang, Kamis (16/4/2026) pagi.

Diskusi tersebut merupakan tindak lanjut dari Laporan Kinerja Kepala Daerah (LKPD) yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup, yang dirumuskan dalam dokumen DKPLHD dan SLHD Kota Pangkalpinang.

Wali Kota Pangkalpinang Saparudin menyampaikan bahwa pemerintah kota tengah menyiapkan perencanaan strategis untuk mengatasi berbagai persoalan lingkungan tersebut.

“Pertama, perencanaan yang akan dilakukan adalah alih guna lahan seperti lahan terbuka hijau (RTH). Saluran-saluran, sungai ataupun saluran primer yang dialihfungsikan menjadi rumah ataupun pertokoan, dan sebagainya akan dilakukan penataan ulang, dan diperbaiki,” ungkapnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kebersihan lingkungan dan sistem drainase.

“Masalah sampah ini juga menjadi atensi kita, sebab efek dari sampah ini menyebabkan lingkungan menjadi tidak bersih, dan menyebabkan saluran menjadi mampet, serta udara menjadi kotor,” katanya.

Isu banjir juga menjadi salah satu fokus utama yang dibahas dalam forum tersebut. Menurutnya, sistem drainase kota perlu terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi genangan.

“Masalah banjir di Kota Pangkalpinang sebetulnya kita sudah mempunyai 4 saluran primer horizontal. Ke depan kita juga harus memiliki saluran vertikal dari utara ke selatan. Semua sudah dipikirkan. Dan ini sudah dibahas dalam forum itu,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa ketersediaan ruang terbuka hijau di Pangkalpinang saat ini telah melampaui batas minimal yang ditetapkan, namun tetap perlu ditingkatkan kualitasnya ke depan.

“Fokus RTH, perencanaannya akan dilakukan di bantaran bantaran sungai guna menjaga terjadinya kerusakan pada sungai,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain