MUARA ENIM, Aktual.Com – Ketika Sedang meliput aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GARKI) di Kejaksaan Negeri Muara Enim, salah satu wartawan Republik Merdeka Online (RMOL) mendapat perlakuan kurang menyenangkan oleh Kordinator Aksi bernama Rohadi, Selasa (26/7).

Pada peristiwa tersebut, Noviansyah S Sos atau yang biasa disapa, Pian (32) wartawan daerah RMOL perwakilan Kabupaten Muara Enim, didorong dan dibentak secara kasar oleh Rohadi saat melakukan aksi di Kejaksaan Negeri Muara Enim.

Melihat rekan satu profesi diperlakukan tidak etis saat menjalan tugas jurnalistik seperti itu, wartawan Palembang TV (PalTv) Mardiansyah dan kontributor InewsTv Edwin, tidak terima dan mempertanyakan langsung kepada Kordinator Aksi GARKI Rohadi terkait hal yang dilakukannya. Beruntung kejadian tersebut tidak berakhir ke perlakuan fisik, lantaran langsung dilerai oleh pihak kepolisian yang langsung mengamankan aksi tersebut.

Dari pantauan dilapangan, Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GARKI), tiba dihalaman Pemda Muara Enim sekitar pukul 10.21 WIB dengan masa kurang lebih sebanyak 15 orang untuk menyampaikan aspirasinya. Kedatangan Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GARKI) itu mendapat pengawalan pihak kepolisian Polres Muara Enim.

Setelah menyampaikan aspirasi dan diterima Plt Asisten I Asarli Manudin, masa bergeser ke Kejaksaan Negeri Muara Enim untuk melanjutkan aksinya. Namun saat masa aksi melakukan orasi, Doni salah satu warga Muara Enim menyela dan menanyakan tujuan aksi ormas GARKI yang bermarkas di Palembang tersebut.

Adu mulut antara Rohadi dan Doni pun tidak terelakan lagi. Bahkan nyaris terjadi adu jotos antar keduanya didepan kantor Kejaksaan Negeri Muara Enim. Melihat itu, aparat Polres Muara Enim langsung turun tangan melerai peristiwa tersebut agar tidak menjadi lebih buruk.

Di saat terjadi dorong mendorong itulah, Pian yang tepat berada dibelakang Rohadi sedang mengabadikan aksi keributan tersebut. Rohadi pun diminta mundur oleh pihak kepolisian agar tidak terjadi keributan. “Saat terjadi ricuhan Rohadi diminta untuk mundur. Karena saya tepat berada dibelakangnya saat sedang mengabadikan aksi tersebut, saya mencoba menahan tubuh Rohadi agar saya tidak ikut terdorong sembari memasukan handphone kesaku celana,” kata Pian.

Pada waktu dirinya masukan handphone ke saku celana tersebut, Rohadi diminta anggota polisi untuk mundur lagi. Saat itulah, dirinya mencoba meredahkan emosi Rohadi. Tiba-tiba Rohadi menengok kearah dirinya dan mendorong serta membentak. “Kau siapo, Kendak kau apo,” ujar Pian menirukan ucapan Rohadi.

Tidak mau kalah, lanjutnya, dirinya pun membalas membentakan Rohadi tersebut. “Aku liputan. Kendak kau apo,” tantang Pian. Mendengar jawaban tersebut sang koordinator aksi tidak menjawab lagi.
Apa yang dialami Pian tersebut, ternyata diketahui awak media lainnya yakni Wartawan Palembang TV (PalTv) Mardiansyah dan kontributor InewsTv Edwin yang kemudian mempertanyakan maksud Rohadi mendorong dan membentak rekannya yang sedang menjalankan tugas peliputan.

Aksi solidaritas keduanya mempertanyakan hal tersebut, malah mendapatkan pengancaman dari Rohadi yang akan melaporkan Wartawan Inews tersebut. “Saya tunggu silakan laporkan. Saya cuma mempertanyakan maksud dia (Rohadi-red) apa maksud dia mendorong dan membentak Pian itu saja. Bukan ingin bersitegang,” tegas Edwin

(Apriansyah)