186463468

Jakarta, Aktual.com — Menurut penelitian terkait urutan kelahiran di dalam keluarga, apakah bisa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepribadian serta kecerdasan mereka. Studi tersebut menemukan, bahwa anak yang paling tua cenderung menjadi cerdas, bertanggung jawab, berprestasi tinggi.

Sementara itu, anak di urutan kedua (tengah atau bungsu) lebih suka akan kedamaian dan ‘memberontak’ atau suka mencari perhatian.

Pertanyaannya, apakah itu benar?

Studi terbaru yang membahas tentang urutan kelahiran sampai saat ini telah sampai pada suatu kesimpulan yang berbeda.

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Illinois di Urbana-Champaign, menunjukkan, bahwa perbedaan sementara antara anak yang paling tua dan muda saudaranya mungkin ada, mereka tidak mungkin untuk memiliki signifikansi di dalam kehidupan nyata.

Penelitian yang diterbitkan pekan lalu dalam Journal of Research in Personality, menemukan, bahwa anak sulung cenderung memiliki IQ yang lebih tinggi dan sifat-sifat kepribadian yang berbeda dari anak-anak yang lahir kemudian. Namun, perbedaan itu sangat kecil.
“Ini adalah perbedaan yang sangat kecil yang tidak akan terlihat dengan cara apapun dengan ‘mata telanjang’, dan itu tidak mungkin berarti untuk setiap hasilnya di dunia nyata,” terang Dr. Rodica Damian, salah satu penulis studi dan sekarang menjadi Profesor psikologi di University of Houston, mengatakan kepada The Huffington Post dalam surat elektronik-nya.

Menganalisis data dari 377.000 siswa SMA Amerika Serikat, para peneliti menyatakan, bahwa anak-anak sulung rata-rata memiliki IQ satu poin lebih tinggi ketimbang anak yang lahir kemudian.

Mereka juga mengamati perubahan kecil di dalam kepribadian antara anak tertua dan lebih muda. Anak-anak tertua cenderung lebih ekstrovert, menyenangkan dan teliti, dan kurang cemas daripada anak bungsu atau menengah. Dan, meskipun korelasi hanya sepersekian persen.

Para peneliti menjelaskan, bahwa perbedaan sementara ini signifikan secara statistik. Mereka tidak mungkin untuk menerjemahkan perbedaan itu dalam kehidupan nyata di dalam kepribadian atau kecerdasan.

Temuan menyimpang dari banyak temuan sebelumnya yang telah menunjukkan korelasi yang bermakna antara urutan kelahiran dan kepribadian serta kecerdasan.

Mengapa demikian?. Para peneliti menyebutkan, bahwa ukuran sampel yang kecil dari penelitian sebelumnya, serta fakta bahwa banyak dari mereka bersumber pada kesaksian dari orang tua, bisa menjadi bias.

Misalnya, jika orangtua diminta untuk membandingkan anak-anak mereka, ibu atau ayah cenderung mengatakan, bahwa anak yang lebih tua lebih bertanggung jawab daripada saudaranya yang lebih muda, bukan karena mereka sebenarnya lebih teliti tetapi hanya karena mereka lebih tua.

“Kepribadian berubah dari waktu ke waktu, terutama dengan usia,” kata Damian,

“Sehingga orang tua harus memperhatikan tahap kehidupan anak-anak mereka dan menyadari bahwa perbedaan apa pun yang mereka lihat mungkin karena usia.” (Sumber: The Huffington Post)

()