Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari pertama, Senin (3/7) setelah libur panjang Lebaran dibuka stagnan.

Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di posisi Rp13.329/USD. Angka ini masih stagnan jika dibandingkan pada sesi penutupan sebelum libur panjang yaitu di level Rp13.330/USD.

Menurut analis pasar uang dari PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, pergerakan rupiah yang sangat terbatas ini, karena posisi USD sendiri cenderung masih berada di teritori positif, meski kenaikannya tidak setinggi sebelumnya.

“Sehingga potensi penguatan USD masih terbuka. Apalagi didukung oleh data penjualan rumah AS yang meningkat di bulan Mei. Meski memang, peningkatan tersebut masih dirasa kurang oleh pelaku pasar, sehingga penguatan USD juga masih terbatas,” jelas Reza di Jakarta, Senin (3/7).

Dengan kondisi USD yang seperti itu, kata dia, sebetulnya membuka peluang rupiah terapresiasi. Apalagi memang sentimen lainnya, seperti harga minyak dan emas yang mulai terapresiasi. Sehingga hal itu memberikan kesempatan pada Rupiah untuk dapat bergerak positif meski tipis.

“Tapi sayangnya, rupiah sendiri pergerakannya sangat terbatas, dengan begitu membuat lajunya masih rentan terhadap pembalikan arah (melemah), meski di akhir perdagangan masih dapat bertahan di zona hijau,” jelas Reza.

Laju rupiah sendiri saat ini masih menantikan sentimen positif lain, seperti pengumuman laju inflasi dan indikator lainnya dari Badan Pusat Statistik (BPS). Rilisnya sendiri akan dibacakan hari ini. Jika positif, bisa mendongkrak rupiah untuk bertahan di zona hijau lebih lama.

“Diharapkan laju Rupiah masih memiliki peluang kenaikan. Tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat membuka peluang pelemahan kembali dari rupiah itu,” kata dia.

Reza pun memperkirakan, pergerakan support rupiah akan berada di rentang Rp13.330. Sedang untuk level resisten akan berada di posisi Rp13.315.

 

Laporan Buthomi

()