Jakarta, Aktual.com – Pimpinan Majelis Az-Zikra Ustadz Muhammad Arifin Ilham, mengecam penolakkan terhadap Habib Bahar bin Smith dan Habib Hanif Alatas, di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Senin (15/10).

Untuk diketahui, penolakkan dua habib tersebut dilakukan oleh kelompok massa dari beberapa ormas di dalam Bandara Sam Ratulangi. Bahkan, dalam aksi penolakkan tersebut, massa itu melakukan tarian tradisional Minahasa dengan membawa senjata tajam.

“Kawasan bandara harus steril jadi kawasan preman,” kata Ust. Arifin Ilham dikutip dari laman facebook prbadinya di Jakarta, Rabu (17/10).

Dengan kejadian tersebut, Ust. Arifin Ilham menyayangkan sikap aparat kepolisian yang tidak bisa melakukan penjagaan di tempat-tempat publik yang seharusnya tidak boleh digunakan untuk berbagai macam aksi massa.

“Keadilan sudah hilang, hukum sudah lumpuh,” ucapnya.

Ia pun mengingatkan kembali sejumlah peristiwa persekusi terhadap beberapa ulama yang mengalami pengusiran di bandara oleh sekelompok massa bersenjata tajam.

“Tahun lalu segelintir preman menghadang ayahanda Tengku Dzulkarnain dengan leluasa masuk ke lapangaan pendaratan pesawat bandara Kalteng dengan mandau terhunus,” ujar Arifin Ilham.

Selain itu, segelintir preman yang menghadang Ustadz Abdul Somad (UAS) dengan keris terhunus di bandara Bali, dan sekarang terulang segelintir preman leluasa dengan parang menari-nari mengadang Habib Bahar dan habib Hanif di Bandara Manado.

“Ini tak boleh dibiarkan,” tandasnya.

Ustadz Arifin Ilham juga menegaskan, dirinya akan memimpin jihad jika ada salah satu ulama menjadi korban aksi premanisme itu.

“Demi Allah ghiroh imanku semakin menyala. Satu ulamaku dibunuh aku pimpin JIHAD. Wajib kusampaikan karena berulang dan berulang lagi. Wajib kusampaikan karena cintaku pada ulamaku. Wajib kusampaikan karena cinta dan rinduku pada NKRI yg adil makmur dan rakyat sejahtera,” tegasnya.

Untuk diketahui, suasana di Bandara Sam Ratulangi, Manado Senin (15/10) sore begitu mencekam. Pasalnya, sekelompok preman bersenjata tajam menghadang kedatangan Habib Muhammad Hanif bin Abdulrahman Alatas dan Habib Muhammad Bahar bin Alwi bin Smith, yang akan menghadiri acara Dzikir Akbar dan Haul Habib Ali bin Abdurrahman bin Smith di Manado.

()