Jakarta, Aktual.com – Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengaku dirinya mengawal betul pembahasannya UU Sisnas IPTEK di DPR.

“Pada 13 Agustus 2019 undang-undang tersebut ditandatangani oleh Presiden Jokowi, yaitu Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,” kata Megawati dalam pembukaan Rakernas I di JI Expo, Jakarta, Jumat (10/1).

Megawati menambahakan UU ini menghidupkan kembali suatu konsepsi politik pembangunan yang digagas oleh Bung Karno. Secara tegas tertuang tiga prinsip gagasan Bung Karno dalam UU Nomor 11 Tahun 2019.

Gagasan pertama kata Megawati, kebijakan pembangunan harus berlandaskan pada riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, yang berpedoman pada haluan ideologi Pancasila.

“Artinya, Pancasila wajib diimplementasikan dalam kebijakan pembangunan di segala bidang, yang terencana, terukur, terarah berbasis pada riset kebutuhan riil rakyat, kondisi obyektif dan potensi ekonomi bangsa yang dikelola dengan bijak dan tepat guna, dengan melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” tegas Presiden ke-5 RI ini.

Gagasan Bung Karno kedua lanjutnya, yaitu pembentukan badan riset dan inovasi nasional yang bertugas untuk melakukan dan mengintegrasikan riset agar pembangunan berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ideologis, etis dan ilmiah.

“Oleh karena itu, organisasi kedeputian badan riset dan inovasi sudah saatnya seperti juga di negara-negara lain, berorientasi pada bidang ilmu pengetahuan, bukan operasional birokrasi,” ungkapnya.

Gagasan Bung Karno ketiga, kerjasama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya terkait riset dan inovasi dengan bangsa lain, harus menghasilkan alih teknologi bagi kemajuan bangsa dan berpedoman pada prinsip politik luar negeri bebas aktif.

“Prinsip ini jelas tidak bisa diabaikan terutama dalam pergaulan antar bangsa di era globalisasi. Prinsip bebas aktif ini, juga kita tujukan kepada persahabatan dengan semua bangsa, sesuai dengan ajaran Pancasila, yakni perdamaian dunia,” pungkasnya.

(Arbie Marwan)