Seorang warga memompa air di pompa manual di kelurahan kebon melati, Tanah Abang , Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2015). Akibat kemarau panjang dua pekan sudah warga kebon melati krisis air bersih, hal ini membuat pompa tradisonal menjadi alternative warga untuk memperoleh air bersih.

Banten, Aktual.com – Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengatakan sebanyak 16 kecamatan di daerah tersebut sejak tiga bulan terakhir mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.

“Kami terus melaksanakan pendistribusian air bersih ke kampung-kampung yang terjadi krisis air bersih juga pompa air untuk areal persawahan dengan menyedot air permukaan,” kata Ade Sumardi usai menggelar shalat istisqo atau shalat minta hujan di Lebak, Kamis (22/8).

Saat ini, masyarakat yang tinggal di 16 kecamatan dipastikan mengalami kesulitan pasokan air bersih setelah air bawah tanah melalui pompa jetpump, sumur timba dan sumber mata air mengalami kekeringan.

Ke-16 kecamatan itu antara lain Kecamatan Maja, Curugbitung, Kalanganyar, Cipanas, Bayah, Cibadak, Cimarga, Leuwidamar, Cirinten, Banjarsari, Warunggunung, Bojongmanik, Malingping, Wanasalam, Cihara dan Cilograng.

Akibat kekeringan ini, kata dia, masyarakat setempat kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih juga tanaman padi terancam gagal panen.

Namun, pihaknya belum menerima laporan terkait luasnya areal tanaman padi yang mengalami gagal panen akibat kekeringan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh: