Pangkalpinang, aktual.com – Polemik pemanfaatan aset antara Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang akhirnya berakhir. Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, memastikan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) akan segera disulap menjadi Balai Latihan Kerja (BLK) guna menggenjot kualitas tenaga kerja lokal.

Keputusan ini diambil setelah sempat terjadi tarik-ulur terkait penggunaan bangunan tersebut. Saparudin menegaskan langkah ini merupakan bentuk efisiensi fungsi bangunan agar lebih tepat sasaran.

Meski gedung akan didominasi oleh aktivitas BLK, Saparudin menjamin Dinas Pendidikan tetap mendapatkan ruang. Program pendidikan kesetaraan seperti Paket A, B, dan C dipastikan tetap bisa berjalan di lokasi yang sama.

“Saya sudah memutuskan aset tersebut nanti akan digunakan untuk BLK. Dinas Pendidikan tetap bisa menggunakan di situ untuk kegiatan SKB seperti Paket A, B, dan C,” ujar Saparudin kepada awak media, Rabu 4 Maret 2026.

Ia menambahkan, pengalihan fungsi mayoritas ini dikarenakan jumlah peserta program kesetaraan yang mulai berkurang signifikan.

“Agar lebih efisien, mayoritas penggunaannya untuk BLK,” imbuhnya.

Proses administrasi pemindahan aset ditargetkan rampung tahun ini. Berbeda dengan BLK Belitung yang fokus pada pariwisata, BLK Pangkalpinang akan berfokus pada sektor jasa dan perdagangan.

Mencakup sertifikasi standar nasional hingga internasional serta menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di perusahaan nasional yang berinvestasi di Pangkalpinang.

Saparudin menekankan bahwa keberadaan BLK sangat krusial bagi profil Pangkalpinang sebagai pusat bisnis. Ia ingin warga lokal tidak hanya menjadi penonton saat investasi masuk ke daerah.

“Bagi kami di Kota Pangkalpinang, BLK ini sangat penting untuk melatih masyarakat dan pelaku usaha agar memiliki keterampilan kerja yang bersertifikat standar nasional maupun internasional,” tegasnya.

Menurutnya, sertifikasi adalah harga mati bagi pencari kerja saat ini. Tanpa itu, warga lokal akan sulit menembus kriteria perusahaan besar.

“Jika tidak punya (sertifikat), warga kita tidak bisa ikut bekerja di situ. Itulah mengapa BLK Pangkalpinang ini fokus pada sektor perdagangan dan jasa,” tutup Saparudin.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain