Tanah Datar, Aktual.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (13/8/2022). Kedatangan Wamentan disambut langsung oleh Bupati Eka Putra beserta pimpinan Forkopimda di Pendopo Tanah Datar.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Eka Putra menyampaikan bahwa sekitar 72 persen masyarakat Tanah Datar bergerak di sektor pertanian. Bahkan, kontribusi pertanian mencapai 29,81 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).

Tak ayal jika sektor pertanian di Tanah Datar ini menjadi salah satu andalan dalam perekonomian daerah.

“Kami memiliki visi-misi, salah satunya meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Tanah Datar dan perluasan lapangan kerja berbasis pertanian, industri, dan UMKM,” kata Bupati Eka.

Selain itu, Eka memaparkan bahwa salah satu program unggulan di daerahnya Mesin Bajak Gratis. Program ini bertujuan untuk meringankan beban petani untuk biaya operasional membajak sawah.

“Kenapa? Karena tingginya biaya operasional petani kami. Maka kami buat brigade alsintan (alat mesin pertanian). Saat ini baru bisa terealisasi di lahan seluas 1.400 hektar dari target 4.200 hektar sampai akhir 2022. Tetapi kekurangan alat menjadi kendala,” ujarnya.

Sementara itu, Wamentan Harvick apresiasi program unggulan Kabupaten Tanah Datar di bidang pertanian. Menurutnya hal ini dapat menggenjot produksi pangan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan nasional, bahkan ekspor.

Wamentan menambahkan saat ini ekspor pangan Indonesia tercatat tinggi. Hal tersebut turut didukung oleh program gerakan tiga kali ekspor (Gratieks) yang digagas Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo.

“Saat negara lain melakukan food security, tapi karena beras kita surplus maka kita tidak perlu khawatir melakukan ekspor. Sebab ini bisa menambah neraca perdagangan Indonesia. Ekspor pangan kita cukup tinggi, ini karena didukung oleh program Gratieks Kementan,” ungkapnya.

Namun, tambah Harvick, yang harus menjadi perhatian juga pemerintah daerah adalah hilirisasi hasil pertanian serta strategi pemasarannya.

“Hasil pertanian di Tanah Datar tentunya harus memiliki hilirisasi atau strategi meningkatkan nilai tambah komoditas dan juga strategi pemasaran yang baik, sehingga masyarakat tidak sulit memasarkan hasil panennya. Karena itulah Kementan juga mendorong hadirnya UMKM yang tangguh untuk turut memasarkan produk pertanian,” ungkapnya.

Wamentan Harvick mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian mendukung program unggulan daerah di pangan. Pria keturunan Lantai Batu Nagari Baringin ini pun mengajak kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

“Kementan memiliki ahli-ahli di bidang pertanian, bahkan juga Atase Pertanian di luar negeri yang sangat sayang jika tidak dimanfaatkan. Silahkan kunjungi kami, Insya Allah pintu kantor saya selalu terbuka untuk semua, ini buka wacana atau basa-basi. Mari kita wujudkan kedaulatan pangan bukan lagi ketahanan pangan,” pungkasnya.

Sebagai bentuk dukungan Kementan terhadap produksi pertanian di Kabupaten Tanah Datar, Wamentan Harvick turut menyerahkan bantuan benih hortikultura dan alsintan kepada Bupati Tanah Datar. Selain itu, Wamentan juga ikut meluncurkan program daerah yakni Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Peternak Sapi/Kerbau (AUPS/K).

Turut hadir perwakilan Dinas terkait dari Pemerintah Provinsi Sumbar, kepala Jasindo Perwakilan Sumbar, Forkopimda Tanah Datar dan Padangpajang, para Asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kabag di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar serta undangan lainnya.

(A. Hilmi)