Ketua Umum APKI, Soepri Hadiono (kedua dari kiri) bersama pengusaha nasional, Muhammad Danial Nafis (paling kanan)saat mengunjungi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi (tengah), Jakarta, Senin (1/8/2022). Foto: Istimewa/Aktual
Ketua Umum APKI, Soepri Hadiono (kedua dari kiri) bersama pengusaha nasional, Muhammad Danial Nafis (paling kanan)saat mengunjungi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi (tengah), Jakarta, Senin (1/8/2022). Foto: Istimewa/Aktual

Jakarta, Aktual.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mendorong aspek legalitas Asosiasi Petani Pengusaha Kepala Indonesia (APKI) untuk segera diproses dengan formasi baru. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan Ketua Umum APKI, Soepri Hadiono di ruang kerjanya, Jakarta, Senin (1/8/2022).

Menurut Wamentan Harvick, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia. Oleh sebab itu, keberadaan APKI dinilai strategis untuk memperkuat produktivitas kelapa di Indonesia, hingga dapat menambah neraca ekspor nasional.

“Ini harus kita dorong, karena dapat memperkuat produksi nasional. Sehingga dapat menggenjot ekspor produk turunan olahan kelapa nasional,” kata Wamentan Harvick.

Sementara itu, Ketua Umum APKI, Soepri Hadiono menyampaikan bahwa secara teknis APPKI akan bekerjasama dengan Koperasi Nyiur Nusantara yang sudah terbentuk di seluruh Indonesia.

“Jadi APKI yang akan menggali programnya dengan bimbingan pemerintah, kemudian eksekusinya adalah koperasi Nyiur Nusantara yang satu atap juga dengan APKI,”

Ia menambahkan APKI berencana akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 dalam waktu dekat. Adapun tema Munas yang akan diambil yakni Munas APKI dan Peresmian Koperasi Nyiur Nusantara yang akan dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi.

Selain itu, Soepri mengatakan akan melibatkan pengusaha di organisasinya itu. Hal ini karena nilai tambah pada komoditas kelapa lebih banyak pada processing. Sehingga asosiasinya dapat mendekatkan petani dengan pengusaha, kemudian hasil nilai tambah dari kelapa dapat dimanfaatkan oleh petani maupun pengusaha dengan bimbingan pemerintah.

“Jadi program APKI nanti bisa melalui top down artinya program yang dicanangkan pemerintah bisa kami bantu. Kemudian bottom up, suara dari petani bawah bisa kami tampung,” ujarnya.

Sebagai informasi, Wamentan Harvick dikabarkan akan menjadi salah satu dewan Pembina APKI. Soepri menjelaskan, hal ini diharapkan dapat menambah semangat bagi kepengurusan APKI ke depan.

 

“Kerjasama dengan Kementan, ini yang sedang kita bangun. Beliau (Wamentan Harvick) sudah bersedia menjadi dewan pembina APPKI, sehingga nanti beliau bisa ikut mengawal semua program-program terkait mensejahterkan petani kelapa. Beliau akan menyediakan tenaga dan pikirannya untuk mensejahterakan petani kelapa Indonesia,” tambahnya.

Kedatangan Soepri Hadiono didampingi pengusaha nasional, Muhammad Danial Nafis dan anggota pengurus APPKI, Bram Insaf Prabancana.

(A. Hilmi)