Serdang Bedagai, Aktual.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi meminta Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara untuk lebih menggenjot produksi padi. Meski demikian, ia mengapresiasi kinerja sektor pertanian di daerah tersebut yang menjadi lumbung beras di Sumatera Utara.

Hal ini disampaikan Wamentan Harvick usai melakukan panen padi jenis inpari 32 pada lahan seluas 800 hektar di Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (28/9/2022).

“Pertanian di Serdang Bedagai ini sudah luar biasa, cuma untuk masalah tonase yang perlu kita genjot lagi produksinya yang masih 6 ton. Tapi karena kendala yang ada juga, tadi pak Bupati sampaikan ke saya, mengenai karakteristik daerah, kemudian distribusi pupuk, itu kan raw material. Artinya bahan-bahan yang bisa meningkatkan produksinya lebih tinggi lagi,” katanya.

Wamentan Harvick mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk membantu mengakselerasi sektor pertanian di Serdang Bedagai ini. Salah satunya dengan mendorong keberadaan lumbung beras yang didukung alat mesin pertanian (alsintan) yang memadai.

“Overall, tentu kita harus optimis ya. Apalagi masyarakat antusias sekali, saya senang lihatnya ini, artinya masih ada kemauan untuk memproduksi walaupun di tengah kesulitan tadi seperti mengenai harga. Nah ini solusinya akan kita diskusikan untuk supaya adanya lumbung-lumbung, kemudian alsintan yang memadai, ini akan kita akselerasi ke depan,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Serdang Bedagai mengungkapkan daerah memiliki luas lahan sekitar 140 ribu hektar yang terdiri dari 100 ribu hektar untuk perkebunan dan 40 ribu hektar untuk sawah.

Adapun rata-rata produksi beras di Kabupaten Serdang Bedagai mencapai 260 ribu ton per tahun. Sementara, khusus di Desa Gempolan ini mampu memproduksi sebanyak 6 ton saja. Tak ayal jika daerah tersebut menjadi salah satu penyangga beras di Sumatera Utara.

“Kabupaten Serdang Bedagai merupakan daerah nomor dua dalam swasembada beras di Sumatera Utara setelah Kabupaten Deli Serdang,” ungkapnya.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi saat berdialog dengan salah seorang penyuluh pertanian. Foto: Ist/Aktual
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi saat berdialog dengan salah seorang penyuluh pertanian. Foto: Ist/Aktual

Di sela-sela kegiatannya tersebut, Wamentan Harvick juga turut berdialog dengan sejumlah petani dan penyuluh pertanian setempat. Salah satunya, Suardi Sinaga yang juga ketua kelompok tani.

Seperti tak mau meninggalkan kesempatan, Suardi menyampaikan beberapa keluhan kepada Wamentan, seperti kurangnya ketersediaan pupuk subsidi dan irigasi tersier yang selama ini menjadi kendala.

“Saya sangat senang berdialog langsung seperti ini karena ini menjadi masukan penting bagi kami,” ucapnya.

Dalam kunjungan kerjanya ini, Wamentan juga meresmikan lokasi Tanaman Obat Keluarga (Toga) yang diinisiasi oleh ibu-ibu PKK. Bahkan, ia turut meninjau hasil olahan dari tanaman obat tersebut.

Sebelum kembali ke bandara Kualanamu, Wamentan juga turut menyempatkan berkunjung ke Kantor Karantina Pertanian kelas II Medan serta melakukan Podcast.

Kunjungan Wamentan Harvick di Serdang Bedagai ini tampak didampingi Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Achmad Danil Chardin, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra, Danrem 023/KS Kolonel Inf Dody Triwinart, Kapolres Serdang Bedagai AKPB Ali Machfud, Bupati Batubara Zahir, Wakil Bupati Serdang Bedagai Adlin Tambunan, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, Lenny Hartati Harahap.

(A. Hilmi)