Jakarta, Aktual.com – Pemerintah memutuskan memperpanjang kebijakan work from home (WFH) selama dua bulan ke depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut langkah tersebut diambil setelah evaluasi menunjukkan adanya penurunan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite.
Airlangga mengatakan, kebijakan WFH dinilai efektif menekan mobilitas masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN), sehingga berdampak langsung terhadap konsumsi BBM.
“Jadi yang pertama tadi kita evaluasi terkait WFH, work from home, dalam dua bulan, dan terlihat hasilnya cukup baik, di mana juga terjadi penurunan penggunaan Pertalite di bulan April mendekati 9 persen,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (25/5).
Selain faktor penghematan energi, pemerintah juga mempertimbangkan situasi global yang masih dibayangi ketidakpastian akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Menurut Airlangga, perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda berpotensi memicu tekanan terhadap harga energi dunia. Karena itu, pemerintah memilih melanjutkan kebijakan WFH sebagai langkah antisipatif.
“Dalam situasi seperti sekarang di mana perang belum berakhir, maka juga akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan,” ujarnya.
Airlangga menambahkan, keputusan perpanjangan WFH akan segera ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait melalui penerbitan aturan teknis baru.
Untuk ASN pusat, kebijakan akan dituangkan melalui surat edaran Kementerian PANRB. Sementara pemerintah daerah akan diatur Kementerian Dalam Negeri.
“Terkait dengan ASN nanti Ibu Menpan akan memperpanjang atau membuat SE baru terkait dengan PanRB. Kemudian untuk daerah dari Pak Mendagri, kemudian untuk BUMN kepada kepala badan pengatur daripada BUMN, dan swasta nanti dari Pak Menaker,” tandas Airlangga.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















