Sementara, pejabat AS menyadari hal tersebut sejak akhir tahun lalu, ketika WikiLeaks merilis ribuan informasi dari situsnya.

Pada, Rabu (7/3) Gedung Putih mengatakan Presiden Donald Trump sangat kecewa terhadap pelanggaran keamanan CIA dengan mengarah ke informasi dari WikiLeaks tersebut.

“Akan diadakan hukum tingkat tertinggi bagi siapa saja yang membocorkan informasi rahasia,” kata juru bicara Sean Spicer.

Salah satu pejabat mengatakan perusahaan untuk CIA telah diperiksa, memeriksa hal-hal yang bisa menjadi bukti seperti karyawan yang memiliki akses ke WikiLeaks dan juga diperiksa log komputer mereka, email dan komunikasi lainnya. [Agustina Permatasari]

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu