Lebak, Aktual.com – Wisatawan diimbau tidak berenang di pantai selatan Kabupaten Lebak, Banten, karena ketinggian gelombang hingga sepekan mendatang antara 2,5 sampai 3,0 meter.

“Peringatan imbauan ini guna mencegah kecelakaan laut,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi, Sabtu (16/1).

Belum lama ini, kata dia, dua warga Depok, Jawa Barat terseret gelombang tinggi di sekitar kawasan Pantai Sawarna.

Oleh karena itu, pihaknya meminta wisatawan yang mengisi liburan akhir pekan agar menaati peringatan dengan tidak berenang.

Berdasarkan laporan dari BMKG Banten selama sepekan ke depan cuaca di pesisir pantai selatan memburuk karena ada tekanan rendah di Samudra Hindia.

Ketinggian gelombang berpeluang mencapai 3,5 meter dengan kecepatan angin 15 knot atau 30 kilometer per jam.

Tiupan angin bergerak dari tenggara dengan jarak pandang antara empat sampai enam kilometer.

Dengan demikian, kata dia, kondisi pantai selatan sangat berbahaya jika pengunjung pantai berenang.

“Kami minta wisatawan tidak berenang. Khawatir mereka tersapu gelombang tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan cuaca pesisir pantai selatan yang berhadapan langsung perairan Samudra Hindia memiliki karakter berbeda dengan pantai di Selat Sunda bagian utara.

Gelombang karakter pantai selatan cukup tinggi juga banyak karang-karang, sehingga berbahaya bagi pengunjung yang berenang di sekitar pantai itu.

BPBD melarang pengunjung berenang di sekitar Pantai Ujungkulon, Binuangeun, Bagedur, Panggarangan, Sukahujan, Cihara, Bayah, Ciantir dan Sawarna berbahaya bagi wisatawan.

Pihaknya juga menyampaikan surat peringatan cuaca buruk pada BMKG Banten, Polsek, Kesyahbandaran, TPI, petugas pengamanan pantai, pemilik hotel dan restoran.

“Kami berharap surat imbauan ini dapat dipatuhi dengan tidak berenang di sekitar pantai,” katanya.

Sementara itu, pengunjung wisatawan Pantai Sawarna Kabupaten Lebak mengaku mereka menaati peringatan imbauan tersebut karena khawatir menjadi korban tersapu ombak.

“Kami bersama istri dan tiga anak hanya memandang panorama keindahan Pantai Sawarna dan tidak berani berenang di pantai,” kata Gopur (45) warga Bekasi.

()