Jakarta, Aktual.com – Wisatawan asal Asia Tenggara saat ini mulai membanjiri dan memberi peluang bisnis baru bagi industri Pariwisata Jepang, termasuk Indonesia.
Dilaporkan Nikkei Asian Review, Minggu (16/4), wisatawan asal Indonesia di Jepang mengalami peningkatan sebanyak 40 persen, menjadi 60 persen terhitung bulan Januari dan Februari tahun ini.
“Berdasarkan data JNTO atau Japan National Tourism Organization, pada tahun 2016 jumlah wisatawan asal Indonesia juga telah melonjak 32,1 persen dibanding tahun sebelumnya,” tulis laporan tersebut.
Kini, seiring masuknya musim semi 2017, dimana mekarnya Bunga Sakura jadi daya tarik wisatawan, banyak Masyarakat Indonesia yang mengajukan permohonan visa pada Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.
“Aplikasi visa naik hingga 40 persen ketimbang tahun 2016. Bahkan, sejak awal Maret, Kedutaan Jepang telah menangani 1.800 aplikasi setiap harinya,” ujar seorang pejabat di kedutaan tersebut.
Sebagai perbandingan, pada 2016 turis asal Filipina dan Vietnam di Jepang hanya alami kenaikan masing-masing 29,6 persen dan 26,1 persen. Sementara, turis asal Thailand hanya berkisar 13 persen.
Akan tetapi, turis Thailand tetap menjadi yang terbesar di antara enam negara utama lain asal Asia Tenggara atau lebih dari 900.000 wisatawan pada tahun 2016. Tren kenaikan turis Thailand sebenarnya telah dimulai medio 2012 dan mencapai puncaknya di angka 1 juta pengunjung tahun 2017.
Saat ini, turis asal Asia Tenggara telah melebihi jumlah wisatawan asal China. Pengunjung dari enam negara utama kawasan Asia Tenggara menyentuh angka 2,51 juta orang tahun lalu, atau lebih dari 10 persen total wisatawan asing di Jepang.
Pewarta : Nelson Nafis
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















