Jakarta, Aktual.co — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (17/10) diperkirakan berada pada rentang support 4.920-4.932 dan resisten 4.955-4.981. Laju IHSG mampu menutup utang gap 4.941-4.943 namun, gagal bertahan di zona hijau.

“Tetap mewaspadai potensi kelanjutan pelemahan jika laju bursa saham global tak kunjung membaik,” ujar Reza Priyambada dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) dalam risetnya yang diterima Jumat (17/10).

Lanjutnya, pada Kamis (16/10) IHSG di awal sesi bergerak ke zona merah seiring dengan dengan imbas rilis NY empire state manufacturing index, retail sales, chain store sales, dan business inventories AS yang mengalami pelemahan. Pada sesi kedua IHSG mampu berbalik menguat.

“Menguat meskipun secara intraday perdagangan di menit-menit terakhir laju IHSG sedikit kembali masuk ke zona merah. Kembali melemahnya laju bursa saham Asia mengurangi ketahanan IHSG di zona hijau,” tambahnya.

Laju bursa saham AS diperkirakan dapat berpotensi melanjutkan pelemahannya seiring masih adanya kekhawatiran akan imbas dari potensi perlambatan ekonomi global.

“Pelaku pasar bersikap wait and see terhadap rilis data-data yang ada nantinya,” pungkasnya.

()

(Eka)