Aksi solidaritas massa yang tergabung dari Lentera Anak Indonesia di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/7/2016). Memperingati Hari Anak, mereka meminta Presiden Jokowi melindungi anak-anak Indonesia dari dampak konsumsi rokok.

Jakarta, Aktual.com – Yayasan Lentera Anak mengharapkan pada periode kedua pemerintahannya, Presiden Joko Widodo lebih melindungi anak dari bahaya dan dampak buruk rokok.

“Kami berharap kabinet selanjutnya, Presiden memilih menteri yang mendukung komitmen pemerintah untuk melindungi anak-anak dari zat adiktif rokok,” kata Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari saat dihubungi di Jakarta, Jumat (5/7).

Ia mengatakan diperlukan kerja dan komitmen seluruh elemen bangsa untuk melindungi anak-anak dari bahaya dan dampak buruk rokok.

Menurut Lisda, pada periode pertama pemerintahannya, Jokowi terbukti masih gagal melindungi anak-anak dari bahaya dan dampak buruk rokok. Hal itu, terbukti dari kecenderungan prevalensi perokok anak yang meningkat.

“Kegagalan itu menunjukkan ada yang tidak bekerja untuk mendukung komitmen penurunan prevalensi perokok anak,” kata dia.

Padahal, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional menargetkan penurunan prevalensi perokok anak menjadi 5,4 persen.

(Abdul Hamid)