Bekasi, Aktual.com – Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 menggelar Rapid Tes untuk memutus rantai penularan wabah covid 19 yang diikuti santriwan dan santriwati serta mahasiswa pondok pesantren modern Gontor yang berdomisili di Kota Bekasi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB, yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (7/5) itu, dihadiri ribuan santri dan calon santri sebagai bagian dari persiapan sebelum mereka kembali ke pondok.

Ketua Umum Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi seluruh aparatur pemerintahan Kota Bekasi serta jajaran TNI Polri dan BIN atas terselenggaranya acara tersebut.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah kota Bekasi juga aparat profesi TNI, Polri dan BIN kita melaksanakan rapid tes dan physical distancing di Kota Bekasi untuk 1000 masyarakat khususnya beberapa anggota masyarakat dari siswa siswi santriwan dan santriwati dan Universitas Gontor,” ucap Sandi di lokasi, Minggu (7/5).

Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan untuk untuk menekan jumlah angka penderita covid 19 dikalangan pelajar. “Nah ini yang kita ingin membantu agar sebelum perjalanan mereka kembali ke Jawa Timur mereka melakukan tes,” terangnya.

Pihaknya menargetkan sedikitnya seribu peserta yang terdiri dari santri dan orang tua santri dapat menjalani tes yang berlangsung hingga sore nanti.

“Kita berharap juga ikut mengkomunikasikan bahwa bagian dari kenormalan baru adalah kita melakukan tes yang rutin. Jadi kita ingin menghimbau kepada seluruh anggota masyarakat jangan khawatir untuk melakukan tes. Karena melakukan tes ini akan menjadi bagian keseharian kita,” tutur pengusaha muda itu menjelaskan.

Kata Sandi, masyarakat dapat terbiasa dengan adanya rapid tes ini. “Mau berpergian kita dites. Mau masuk ke dalam pabrik misalnya rutin akan dilakukan tes. Berpergian menggunakan transportasi pesawat terbang, kapal laut juga harus melakukan tes nantinya” ujar dia lagi.

Oleh karena itu Sandi menghimbau kepada seluruh relawan Indonesia bersatu lawan covid 19 untuk membiasakan salah satu daripada rutinitas kedepan adalah dengan melakukan tes tersebut.

“Dan terimakasih Bu Kadis hari ini kita sudah melakukan setengahnya rapid tes dari seribu tiga ratus sudah ada lima yang reaktif nanti ada penanganan selanjutnya ada observasi dan kita akan screen lagi. Kita akan pastikan bukan hanya di tes tapi kita bantu untuk tricing dan triping. Penanganannya tidak perlu khawatir ada observasi lanjutannya,” ujarnya.

Lebih lanjut Sandi mengatakan, bagi masyarakat yang diketahui reaktif melalui rapid tes akan ada penanganan selanjutnya yaitu tes berbasis PCR yang sudah disediakan disini.
“Seandainya positif berdasarkan pcr nanti akan dirujuk langsung sesuai protokol yang sudah ditetapkan di kota bekasi,” katanya.

“Hari ini saya apresiasi dan terimakasih juga kepada temen-temen dari gontor karena berpartisipasi di dalam proses rapid tes ini dan ini adik-adik santriwan dan santri wati juga ada 1400 lebih beserta guru-gurunya yang menetap di Bekasi.”

“Jadi ini dalam proses kembali ke Jawa Timur mereka menjalani rapid tes ini sebagai bagian dari protokol covid 19. Saya berharap kita semua bangkit disaat sulit menang melawan covid. You can do it. Terimakasih Wa’alaikumsalam,” demikian Sandi menambahkan.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama,
Ketua Ikatan Pondok Pesantren Modern (IPPM) Gontor cabang Bekasi, Irfan Sidik tak lupa menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan.

“Kami alumni yang tergabung dalam ikatan keluarga pondok pesantren modern Gontor cabang bekasi ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak dalam hal ini pemerintah kota bekasi kemudian TNI, Polri tim relawan dan semua pihak yang telah membantu pelaksanaan rapid tes masal pada hari ini,” ungkapnya.

Menurut Irfan, rapid tes masal ini digelar sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pimpinan pondok modern gontor kepada santrinya dan bagian dari upaya untuk menekan ataupun menimbulkan risiko ketika nanti mereka kembali ke pondok.

“Ini merupakan salah satu upaya dari pondok modern gontor untuk memastikan bahwa anak anak santri yang balik ke pondok itu semuanya dalam kondisi keadaan sehat. Bahkan tidak hanya di kampung halamannya mereka diperintahkan untuk tes tetapi juga nanti ketika sudah sampai di pondok juga akan dilakukan tes screning ulang. Ini dalam rangka upaya pondok modern gontor bahwa mereka yang memulai aktivitas di pondok iti sudah benar-benar dalam keadaan sehat semuanya,” tandasnya.

(Tino Oktaviano)