Wisatawan terbang menggunakan paralayang di kawasan Bukit Paralayang, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/5). Paralayang atau paradigling merupakan salah satu aktivitas wisata yang ramai dilakukan wisatawan dalam memanfaatkan libur panjang akhir pekan di kawasan Puncak. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/kye/16

Palu – Sebanyak 20 atlet luar negeri yang berlaga di Prakejuaraan Dunia Paralayang di Sulawesi Tengah pada 13-20 Agustus 2016 sudah tiba di Kota Palu.

“Hari ini akan tiba lagi beberapa atlet asing lainnya,” kata Ketua Panitia Pelaksana Seri III Pra Kejuaraan Dunia Paragliding Asgaf Umar di Palu, Kamis (11/8).

Atlet dunia yang sudah tiba antara lain dari Nepal, Jerman, Rusia, India, dan Thailand. Jumlah atlet luar negeri yang telah mendaftar untuk mengikuti kejuaraan internasional tersebut sebanyak 111 atlet, termasuk beberapa di antaranya merupakan peringkat atas dunia.

Satu diantaranya, kata dia, juara dunia paragliding dari Korea Selatan sudah memastikan untuk tampil di kejuaraan ini. Namun ,atlet itu belum tiba dan diharapkan sebelum kejuaraan dimulai semua peserta asing sudah di Kota Palu.

Prakejuaraan Dunia Paralayang akan berlangsung di Pegunungan Matantimali, Kecamatan Marowola Barat, Kabupaten Sigi. Lokasinya terletak di sekitar Desa Wayu pada ketinggian 800 meter dari permukaan laut.

Asgaf yang juga adalah atlet senior pralayang Sulteng mengatakan, Prakejuaraan Dunia cabang olahraga paragliding mempertandingkan nomor terbang jauh (cross country).

Panitia telah menetapkan beberapa titik pendarataan baik yang ada di Kecamatan Marawola maupun terjauh titik pendataran di Kecamatan Palolo. Acara itu juga sekaligus bersamaan dengan Kejurnas Paralayang untuk menentukan peringkat nasional.

Atlet tuan rumah berharap bisa mengukir prestasi baik di Prakejuraan Dunia maupun Kejurnas.

(Antara)

(Wisnu)