Jakarta, Aktual.com – Pemkot Jakarta Barat mengklaim lebih siap hadapi musim penghujan yang puncaknya diperkirakan di pertengahan Januari 2016. Sebab sebelumnya sudah dilakukan pengerukan saluran-saluran air oleh Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat.

Keyakinan itu disampaikan Wakil Wali Kota Jakarta Barat, M Zen. Menurut dia, titik-titik rawan banjir di wilayahnya bakal berkurang. Meskipun untuk daerah seperti Grogol dan Palmerah tetap rawan. “Tapi saya yakin tahun ini berkurang,” kata dia, seperti dilansir dari Beritajakarta, Selasa (29/12).

Sementara itu, Kasudin Tata Air Jakarta Barat, Pahala Tua mengatakan akan terus menggenjot pengerjaan saluran yang tersebar di delapan wilayah Kecamatan. Seperti yang sudah dilakukan di Cibubur Tambora, Sunrise Garden Jalan Panjang, Kamal Kapuk. “Kami akan memutar ke wilayah-wilayah lain,” ucap dia.

Dari informasi yang dihimpun, awal Februari lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat Jakarta Barat menduduki urutan kedua setelah Jakarta Utara, sebagai daerah paling banyak titik rawan banjir.

Daerah rawan banjir di Jakarta Barat yakni:

1. Rawa Buaya (Kelurahan Rawa Buaya)
2. Duri Kosambi (Kelurahan Duri Kosambi)
3. Tegal Alur (Kelurahan Tegal Alur)
4. Kapuk Kedaung Poglar (Kelurahan Kedaung Kaliangke)
5. Kapuk (Kelurahan Cengkareng)
6. Kembangan (Kelurahan Kembangan Utara)
7. Meruya/Pengampuan
8. Meruya Indah (Kelurahan Meruya Selatan)
9. Pesing
10. Green Garden (Kelurahan Kedoya Utara)
11. Krendang (Kelurahan Krendang)
12. Duri Utara (Kelurahan Duri Utara)
13. Jelambar Baru (Kelurahan Jelambar Baru)
14. Pinangsia (Kelurahan Pinangsia)
15. Mangga Besar (Kelurahan Mangga Besar)
16. Tanjung Duren Raya (Kelurahan Tanjung Duren)
17. Grogol (Kelurahan Grogol)
18. Sukabumi Utara (Kelurahan Sukabumi Utara)
19. Kelapa Dua (Kelurahan Kelapa Dua)
20. Duri Kepa (Kelurahan Duri Kepa)

()