Yahukimo, Aktual.com – Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, diminta menyelesaikan masalah para medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

Saat ini perawat dan bidan di rumah sakit tersebut masih menggelar mogok kerja sejak Selasa (12/1). Pasalnya, karena sekitar 30 orang dokter yang bertugas di rumah sakit itu tidak berada di tempat, kata Kepala Bidang Kesektariatan Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) Alexander Krisifu, di Jayapura, Jumat (15/1).

“Pemerintah Kabupaten Yahukimo dalam hal ini Dinas Kesehatan Yahukimo harus segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan masalah aksi mogok para perawat dan bidan di RSUD setempat,” pintanya.

Menurut dia, Dinas Kesehatan Yahukimo segera mengambil langkah cepat untuk untuk menyelesaikan masalah ini dengan memanggil kembali para dokter untuk menjalankan tugasnya.

“Entah para dokter itu masih libur atau tidak, atau ada persoalan lain, Dinkes Yahukimo segera memanggil mereka kembali ke Yahukimo untuk melakukan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Alexander menegaskan, Bupati Yahukimo juga harus mengambil langkah cepat, jangan membiarkan masalah ini berlarut-larut karena masyarakat akan menjadi korban.

“Bupati harus segera mengambil langkah dengan memanggil 30 dokter itu kembali karena mereka sudah dokter tetap berarti PNS dan harus berikan sanksi tegas kepada mereka (dokter.red),” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Harian UP2KP Esau Rumbiak. Menurut Esau, Bupati Yahukimo harus segera memanggil kembali para dokter itu agar bisa kembali menjalankan tugasnya.

“Kecuali dokter yang bersangkutan minta cuti, tapi kalau dia masih berlibur segera dipanggil kembali agar menjalankan tugas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, para medis di RSUD Kabupaten Yahukimo, baik perawat maupun bidan terpaksa mogok kerja karena sekitar 30 orang dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut tidak berada di tempat.

(Antara)

()