Jakarta, Aktual.co — Indonesian Dance Festival (IDF) 2014 yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki sejak 4 hingga 9 November telah banyak didatangi oleh sekelompok anak muda bahkan hingga turis mancanegara untuk menontonnya.
Kamis (6/11), pertunjukkan bertema Showcase ini mampu mengambil hati para penonton. Pasalnya Showcase ini menampilkan karya tari dari 3 koreografer muda yang menampilkan karyanya. Seperti “Barangan” oleh Otniel Tasman yang menceritakan mengenai kisah penari Lengger Barangan yang hidup di tengah hiruk pikuk kehidupan kota. 
Dan berasal dari Jawa yang artinya adalah penari lengger yang mengamen. Tarian ini mendapat sambutan hangat dari penonton dan diikuti tawa karena ada beberapa yang membuat kelucuan sehingga membuat penonton jadi tertawa terbahak-bahak.
“Ghulu” oleh Hari Ghulur. Karya tari bertajuk Ghulur ini adalah sebuah karya yang terinspirasi dari kesenian Topeng Ghulur di desa larangan Barma, Madura. Pertunjukan Ghulur adalah sejenis dialog antara tubuh dengan tanah dengan tarian bergulung-gulung. Karya tari ini juga cukup memukau para penonton untuk tidak mengedip matanya untuk melihat semua gerakan.
“We Were One” oleh Asri Sidowati. We Were One bercerita mengenai manusia dan keberlangsungannya. Yang terinpirasi dari Adam dan Hawa, sosok manusia pertama sebagaimana yang tercantum dalam kitab suci Al Quran dimana laki-laki dan perempuan berawal dari satu tubuh yang sama. Dan tubuh ini berpisah dan menemukan diri mereka masing-masing. Tarian ini juga cukup memukau para penonton yang melihatnya.
Cukup bukti bahwa kreatifitas para koreografer Indonesia memang tiada batas dan layak untuk diapresiasikan.