Alat berat (becko) beroperasi mengangkut sampah yang menumpuk di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Selasa (6/2). Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, pihaknya menurunkan 15 truk untuk mengangkut sampah mencapai 200 ton yang tersangkut di Pintu Air Manggarai. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Kurang lebih 3.000 ton sampah sepanjang lokasi bantaran Kali Ciliwung, yang terkumpul sebagai imbas meluapnya sungai telah diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Kurang lebih 3.000 ton sampah dari Senin malam (5/2) yang diangkut dari bantaran Kali Ciliwung,” kata Korip Muhajir, Pengawas Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air Jakarta Timur, saat ditemui di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Sabtu (10/2).

Korip menuturkan kurang lebih 300 orang personil UPK Badan Air yang ditugaskan untuk wilayah Jakarta Timur dalam rangka membersihkan sampah di lingkungan terdampak banjir untuk dibuang ke Bantar Gebang.

Khusus untuk Sabtu (10/2), sejak pagi hingga siang hari, sekitar 200 ton sampah telah diangkut dari wilayah terdampak banjir di Kebon Sayur sampai ke Kampung Pulo.

Dia menuturkan di tengah curah hujan yang deras, pihaknya mengantisipasi agar sampah-sampah yang terbawa aliran sungai tidak menyumbat saluran air dan mengimbau warga untuk tidak membuang sampah ke saluran air dan sungai. Untuk itu, personil UPK dari tiap kecamatan dan alat berat serta peralatan kebersihan lain disiapsiagakan untuk mengatasi masalah sampah usai banjir.