Medan, Aktual.co — Sebanyak lima tahanan Lapas Klas II Sibolga yang berhasil kabur, Minggu (31/5) sore, masih belum berhasil dibekuk serta terus diburu oleh petugas keamanan.

Menyikapi kasus di atas, Komandan Kodim (Dandim) 0211 Tapanuli Tengah, Letkol Inf. Indra Kurnia mengatakan, bahwa telah menyiagakan personel khusus di perbatasan.
 
“Khusus di perbatasan kita sudah informasikan kepada anggota meningkatkan kesiapsiagaan,” ujar Indra,  di Sumut, Selasa (2/6).

Menurutnya, seluruh jajaran Kodim di Koramil–Koramil di bawah kesatuan Kodim 0211 TT terus melakukan monitor.  Kata ia, seluruh data tahanan yang kabur sudah dikantongi.
 
“Koordinasi dengan Polres Tapteng telah ada, foto dan alamat para tahanan yang kabur sudah kita dapat, sementara ini Babinsa yang diberdayakan. Bila ada informasi kita perintahkan segera bekerjasama dengan pihak Polres atau Polsek setempat,” tegasnya.

Indra menerangkan, bahwa bila sewaktu-waktu personel TNI dibutuhkan, pihaknya akan merespon dengan cepat.
 
“Secara fisik anggota belum diterjunkan melakukan pengejaran atau ditugaskan melakukan pengamanan di Lapas, kita masih back up, namun kita tetap siaga bila dibutuhkan,” ungkapnya.
 
Ia berharap, seluruh masyarakat dapat membantu. Yakni, memberikan informasi jika mengetahui keberadaan para tahanan.

Diberitakan sebelumnya,  sebanyak sembilan tahanan berhasil kabur dari Lapas Klas II Sibolga Minggu (31/5) sekitar pukul 16.30 WIB. Sebanyak empat tahanan sudah berhasil dibekuk kembali. Sementara itu, lima lainnya masih melarikan diri.

Kelima tahanan itu diantaranya, Ali Nafiah Siregar (60), penduduk Tapteng, dengan kasus Narkoba, Ruslan (38) penduduk Kabupaten Batu Bara, kasus Pencurian.

Kemudian, Holden Huta Barat (37) penduduk kabupaten Batu bara dengan kasus Pencurian, Parsaorantua Pandiangan Aliass OONG (45), penduduk Kabupaten Tapteng, kasus Narkoba dan, Abdullah Quzairi Aliass Dulah Alias edo (26) penduduk kabupaten Aceh Barat Daya, dengan kasus Narkotika.

Untuk diketahui, sebanyak tiga sipir lapas sudah dilakukan pemeriksaan dengan tes urine. Hasil pemeriksaan menyebutkan, sipir penjara berinisial ‘F’ diketahui positif menggunakan bahan yang mengandung narkoba.

()