50 perempuan dari enam kecamatan di Kabupaten Pelalawan mengikuti program pemberdayaan perempuan dalam pelestarian lingkungan dan kesejahteraan keluarga. (ANTARA/Anggi Romadhoni)
50 perempuan dari enam kecamatan di Kabupaten Pelalawan mengikuti program pemberdayaan perempuan dalam pelestarian lingkungan dan kesejahteraan keluarga. (ANTARA/Anggi Romadhoni)

Pekanbaru, aktual.com – Sebanyak 50 perempuan di Kabupaten Pelalawan, Riau, mengikuti program pelatihan pelestarian dan pengolahan tanaman herbal, kewirausahaan, dan kelas kecantikan dalam program kerja sama Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas dan Martha Tilaar Group (MTG).

Manajer Sustainability & Stakeholder Engagement APP Sinar Mas Sera Noviany dalam keterangannya di Pekanbaru, Rabu [12/2], mengatakan peserta kegiatan itum berasal dari 16 desa peserta program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dan berada di kawasan konsesi PT Arara Abadi (unit usaha APP Sinar Mas) di Pelalawan.

“Kita ingin perempuan di wilayah kita bisa berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat. Perempuan sejatinya memiliki potensi besar untuk turut berpartisipasi di masyarakat,” katanya.

Program itu berlangsung di Kantor Camat Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan selama tiga hari, sejak Selasa (11/2) hingga Kamis (13/2).

Ia menjelaskan para peserta pelatihan diperkenalkan mengenai jenis-jenis dan manfaat tanaman herbal, hortikultura, hingga tanaman hutan yang ada di lingkungan mereka tinggal.

MTG sebagai salah satu perusahaan kosmetika dan jamu terkemuka di Indonesia memberikan pemahaman kepada peserta untuk mengolah komoditas itu hingga memiliki manfaat optimal untuk kesehatan serta memproduksi hingga memiliki nilai tambah dan dipasarkan.

Ia mengharapkan pelatihan itu turut memperkuat ekonomi keluarga dan membuat keluarga-keluarga di daerah itu semakin sehat dengan memanfaatkan beragam tanaman herbal yang selama ini tersedia, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Head of Kampung Jamu Organik MTG Heru Wardana mengatakan melalui program itu pihaknya juga ingin menggugah kesadaran kalangan perempuan agar dapat meningkatkan peranan dalam keluarga dan masyarakat.

“Peran ibu-ibu itu tidak bisa ditinggalkan. Oleh karena itu, kami menggugah mereka untuk melakukan sesuatu. Mereka ini nantinya diharapkan bisa menyalurkan ilmunya kepada ibu-ibu yang lain di kampung. Mudah kok, kalau bisa melakukan ini kenapa harus menganggur,” kata dia.

Dia juga mengharapkan melalui program itu, para perempuan juga memiliki peran dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Justru melalui para ibu-ibu ini, akan lebih efektif menyosialisasikan pencegahan karhutla, karena akan lebih didengar di lingkungan keluarganya,” tuturnya.

Kabupaten Pelalawan merupakan lokasi keempat di Riau yang memperoleh program tersebut, setelah sebelumnya di Kecamatan Tualang dan Kandis di Kabupaten Siak serta Tapung, Kabupaten Kampar. Secara nasional program itu akan menyasar 1.000 perempuan di enam provinsi, yakni Jambi, Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur.

Di Siak, program tersebut mulai membuahkan hasil. Suryani dan Soleha, peserta yang mendapat pelatihan pada 2019 di Kecamatan Tualang saat ini berhasil memproduksi bubuk jahe merah kemasan dan dodol jambu biji merah. Dua produk itu bahkan telah dipasarkan di Kota Pekanbaru dan kini berencana merambah pasar ritel.

Suryani dan kelompok wanita di Tualang tersebut berhasil mengantongi pemasukan hingga Rp6 juta setiap bulan dari produksi ratusan bungkus jahe merah, sedangkan Soleha bisa menambah penghasilan anggotanya sekitar Rp 500ribu per orang per bulan. Kedua produk yang dibanderol seharga Rp10 ribu itu bahkan menjadi salah satu oleh-oleh khas Riau.

Program pelatihan hasil kerja sama antara APP Sinar Mas dan MTG diluncurkan saat acara United Nations Global Compact Leaders Summit pada September 2018 di New York, Amerika Serikat. Selain pelatihan seputar tanaman herbal dan kewirausahaan, ada peluang untuk remaja puteri dan putera mendapatkan pekerjaan yang layak melalui beasiswa pendidikan dan bekerja sebagai spa terapis di jaringan spa MTG. Upaya membangun desa ramah lingkungan juga menjadi fokus utama program kerja sama itu. Tujuannya, mereka dapat mengembangkan desa menjadi tujuan pariwisata. Program itu berlangsung sampai dengan Desember 2020.

Kolaborasi ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang diinisiasi Perserikatan Bangsa Bangsa, terutama terkait dengan penghapusan kemiskinan, kesetaraan gender, pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, serta kerja sama untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Sejak didirikan pada 1970, MTG terus berdedikasi untuk memberdayakan perempuan dan melahirkan serangkaian program guna mengatasi isu perdagangan perempuan di Indonesia.

Hingga saat ini, MTG telah melatih lebih dari 7.500 perempuan di berbagai daerah, termasuk bidang terapis profesional, wirausaha minuman herbal, dan manajemen keuangan.

APP Sinar Mas juga berkomitmen mendorong masyarakat beralih ke bisnis pertanian yang berkelanjutan melalui program DMPA, bagian dari kebijakan konservasi hutan.

(Eko Priyanto)