Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik Anggaran Ucok Khadafi menilai, Presiden Joko Widodo tersandera utang budi terhadap sejumlah pengusaha besar sehingga kebijakannya tak bisa murni untuk rakyat.
“Kalau mau jujur, sangat banyak kepentingan disekeliling presiden Jokowi. Dia juga tak bisa berbuat banyak menghadapi orang-orang yang selama ini mendukung dia saat pilpres. Efeknya sangat terasa dari kebijakan yang sudah diambil,” kata Uchok.
Satu contoh kongkrit terlihat dari kebijakan energi yang dia ambil. Jokowi menaikkan harga BBM bersubsidi tanpa memperhatikan secara cermat bagaimana dampaknya bagi rakyat. Angka kemiskinan pasti sudah bertambah karena masyarakat yang tadinya masuk kategori kelas menengah sudah jatuh miskin akibat kenaikan BBM ini.
“Orang yang tadinya bergaji misalnya Rp3 juta sebulan, sekarang mungkin akan kehabisan duit di tengah bulan karena harga-harga semua naik. Lalu bagaimana yang gajinya Rp2,5 juta atau di bawah itu? Mereka tak tersentuh kartu-kartu sakti segala macam itu,” tukas Uchok.
Selain menaikkan BBM, lanjut dia, Jokowi juga mengkhianati visi dan misi pendirian negara, bahwa semua kekayaan alam dikualasi negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Negara adalah pelindung bagi rakyat.
“Tapi nyatanya sekarang negara bukan pelindung rakyat karena rakyat dibiarkan sendiri menghadapi arus deras konsumerisme, kapitalisme, bahkan negara ikut main-main didalamnya. Harga BBM saja sudah dilepas memakai mekanisme pasar, bagaimana yang lain-lain. Padahal ini butuh intervensi negara di dalamnya,” tuntas Uchok.
Laporan: M Sahlan

Artikel ini ditulis oleh: