Jakarta, Aktual.co — Sebanyak delapan mahasiswa diamankan pihak kepolisian pascabentrokan aksi tolak neolib dan kenaikkan bahan bakar minyak di kawasan kampus UBK, Rabu (3/12) malam.
Berikut nama mahasiswa yang ditangkap polisi:
1.Duha Ramadani (IISIP),
2.Bayu Baskoro (UI).
3. Dwi Heru Syahputra (Universitas Mercubuana).
4. Rusli Lajauja (UBK).
5. M Ikhsan (UI).
6. Fery Andriansyah (Universitas Mercubuana).
7. Zath Kobar Aretatar (UP).
8. Angelus Pinto (IISIP).
Seperti diketahui, ratusan mahasiswa dari beberapa kampus di Jakarta yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di dekat kampus UBK atau lebih tepatnya di Jalan Kimia, kawasan Megaria, Jakarta, pada Rabu (3/12) malam.
Aksi ini diwarnai aksi bentrok antara Mahasiswa dan polisi yang sedang melakukan penjagaan aksi. Polisi dengan berjumlah ratusan berhasil memukul mundur mahasiswa yang saat itu melakukan aksi blokir jalan. Dengan mengeluarkan tembakan gas air mata, polisi berhasil membubarkan konsentrasi massa.
Karena, merasa dibubarkan mahasiswa melakukan aksi perlawanan dengan melakukan pelemparan kepada aparat kepolisian dengan batu.
Aksi tuntutan aksi para mahasiswa ini yakni perjuangan dan perlawanan melawan Rezim Penindas Rakyat, Rezim Pembohong Rakyat !!, Antek Neolibarlisme dan Imperialismen.
Dalam seruan Aksi Solidaritas AMI – Aliansi Mahasiswa Indonesia Solidaritas untuk Muhammad Arif: Turunkan Harga BBM, Lawan Represivitas Aparat!.
Artikel ini ditulis oleh:
















