Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pertahanan Republik Indonesia hingga Kamis (14/5) ini belum juga melakukan tender, untuk memilih pesawat tempur baru untuk pengganti armada pesawat F-5E/F Tiger II milik TNI Angkatan Udara yang sudah semakin tua.
Para pengamat militer menyebutkan, ada beberapa pesawat tempur canggih yang ditawarkan untuk mengganti F-5E/F. Pesawat-pesawat itu adalah pesawat generasi 4+++, yang mampu menjalankan berbagai misi tempur, mulai dari intersepsi, serangan darat, dan pengintaian.
Kandidat pengganti F-5E/F itu antara lain: pesawat  tempur Saab JAS 39 Gripen, Sukhoi Su-35BM, F-16 Block 60, Eurofighter Typhoon, dan Dassault Rafale. Ada yang bermesin tunggal (Gripen dan F-16), dan ada juga yang bermesin ganda (Su-35BM, Typhoon, dan Rafale).
Pesawat Gripen mampu lepas landas dan mendarat di jalan raya biasa sepanjang 800 meter dan lebar 9 meter. Selain itu, cara perawatannya juga sederhana dan mudah, seperti F-5E/F. Sedangkan biaya bahan bakarnya cuma 4.700 dollar AS per jam terbang.
Sementara itu, pesawat Su-35BM dipandang memiliki daya gentar yang tinggi, karena jarak tempuhnya yang jauh dan mampu mengangkut berbagai persenjataan. F-16 Block 60 adalah varian F-16 yang tercanggih, di mana TNI-AU saat ini sudah menggunakan F-16A/B dan F-16 setara Block 52.
Terakhir pesawat Typhoon dan Rafale adalah pesawat yang sangat canggih, dan sudah memenuhi persyaratan standar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Keduanya menggunakan radar canggih yang bisa melacak semua sasaran seketika. (rio)

Artikel ini ditulis oleh: