Jakarta, Aktual.co — Deputi Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bidang Perencanaan Penanaman Modal mengatakan realisasi investasi Tiongkok di Indonesia secara rata-rata nasional masih sangat kecil, yakni sebesar tujuh persen. Di hadapan 100 pengusaha Tiongkok, ia mengatakan, “meski begitu realisasinya investasi Tiongkok menunjukkan kecenderungan positif”.
“Realisasi investasi Tiongkok di Indonesia pada kuartal keempat 2014, untuk kali pertama Tiongkok menduduki peringkat keempat sebagai negara asal investasi ke Indonesia,” ujar Deputi Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba Hutapea, di Beijing, Rabu (13/5).
Namun pada kuartal pertama 2015 mencapai 75,1 juta dolar AS dengan 200 proyek. “Jumlah tersebut menjadikan Tiongkok masuk dalam 10 negara asal investasi ke Indonesia,” katanya.
Sedangkan untuk kurun waktu lima tahun terakhir (2010-2014) nilai realisasi investasi Tiongkok ke Indonesia mencapai 1,5 miliar dolar AS atau sekitar tujuh persen dari total rencana investasi yang tercatat 23,3 miliar dolar AS.
“Ke depan, diharapkan semakin banyak investor Tiongkok yang menanamkan modalnya di Indonesia. Terlebih 500 perusahaan terbesar dunia menurut Majalah Fortune, 95 diantaranya berasal dari Tiongkok. Dari jumlah itu 11 perusahaan Tiongkok telah menanamkan investasinya di Indonesia dan 12 perusahaan Tiongkok sedang dalam tahap merencanakan investasinya ke Indonesia,” ungkap Tamba.
Ia mengatakan, Indonesia memiliki target investasi yang ambisius untuk dicapai sebesar 78,4 miliar dolar AS pada 2019. “Untuk mencapai target tersebut, sektor sekunder dan tersier berupa pengembangan industri dan jasa menjadi fokus utama,” katanya.
Untuk mewujudkan target tersebut BKPM memfokuskan pada tujuh sektor prioritas yakni sektor ketenagalistrikan dan infrastruktur, industri padat karya, industri subtitusi impor, industri turunan (nilai tambah) pada komoditas pertambangan dan pertanian (agroindustri), industri orientasi ekspor, industri maritim dan pariwisata.
“Beberapa sektor yang diharapkan menjadi minat investor Tiongkok, antara lain proyek ketenagalistrikan, pelabuhan dan pembangunan konstruksi seperti jalan tol. Terlebih Tiongkok telah berpengalaman dalam sektor tersebut, terutama dalam hal teknologinya,” tutur Tamba.
Selain proyek ketenagalistrikan, dalam lima tahun ke depan Indonesia berencana membangun tambahan 1.000 km jalan tol, 3.200 km jalur kereta api, 15 pelabuhan udara baru, peningkatan kapasitas 24 pelabuhan laut, delapan kawasan ekonomi khusus, 14 industri baru, dan pembentukan bank pembangunan khusus infrastruktur.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka
















