Jakarta, Aktual.co — Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly menyatakan menghormati kritikan Perhimpunan Bangsa-Bangsa terkait hukuman mati terhadap terpidana perkara narkoba.
Namun, dirinya juga meminta pengertian bahwa kebijakan tersebut berdasarkan putusan pengadilan yang berkeadilan.
“Mengkritik itu ‘kan sah saja dilakukan dan kami menghormati hak mereka (PBB) menyatakan pendapatnya,” kata Yasona di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (16/2).
Yasona menegaskan meskipun PBB melakukan kritik terhadap kebijakan Indonesia, namun negeri ini punya hukum dan putusan pengadilan sendiri.
“Kami menghormati mereka menyatakan pendapat namun pada saat yang sama kita memiliki keputusan pengadilan yang berkeadilan,” ujarnya.
Yasona mengatakan kebijakan pemerintah Indonesia melaksanakan hukuman mati terhadap pelaku kejahatan narkoba merupakan bentuk perang terhadap narkoba.
Menurut dia kebijakan itu akan terus dilakukan karena peredaran narkoba di Indonesia sudah mengkhawatirkan.

Artikel ini ditulis oleh: