Jakarta, aktual.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilaporkan mencapai 1.201 orang. Sementara itu, sebanyak 113,6 ribu warga hingga kini masih berada di pengungsian.
Data tersebut tercatat dalam laporan terbaru yang dihimpun dari situs resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Selasa (27/1/2026). Berdasarkan laporan itu, korban jiwa terbanyak tercatat berada di Aceh Utara dengan jumlah 246 orang.
Selain menjadi daerah dengan korban meninggal tertinggi, Aceh Utara juga mencatat jumlah pengungsi paling besar, yakni sekitar 33 ribu orang. Di wilayah ini pula masih terdapat 142 orang yang dilaporkan hilang dan belum ditemukan.
Secara keseluruhan, bencana di tiga provinsi tersebut berdampak pada 53 kabupaten/kota. BNPB mencatat sebanyak 175.050 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Tak hanya permukiman warga, bencana juga menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur publik. Sedikitnya 215 fasilitas kesehatan dan 4.546 fasilitas pendidikan dilaporkan rusak. Selain itu, 803 rumah ibadah, 866 jembatan, serta 2.165 ruas jalan turut terdampak akibat banjir bandang dan longsor.
Bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terjadi pada akhir November 2025. Salah satu faktor pemicu utama adalah curah hujan ekstrem yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari berturut-turut.
Saat ini, pemerintah masih terus melakukan pembersihan material sisa bencana, seperti kayu gelondongan dan lumpur yang menutup permukiman serta akses jalan. Di sisi lain, proses pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi para penyintas juga tengah dikebut.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain






















