Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mendukung Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan negara-negara anggotanya yang secara terbuka menolak dan mengecam keras pernyataan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel Mike Huckabee yang mendukung Israel untuk lakukan perluasan wilayah penguasaan.
Dia menilai pernyataan dari Huckabee soal penguasaan Israel hingga ke batas antara Sungai Nil hingga ke Eufrat, berarti perluasan itu bukan hanya Israel kuasai Palestina saja, tapi bahkan meluas ke negara-negara Timur Tengah lainnya, hingga meliputi sebagian kawasan Mesir, Arab Saudi, Irak, dan seluruh kawasan Suriah, Yordania dan Lebanon. Menurut dia, pernyataan Huckabee itu sangat provokatif.
“Ini juga momentum bagi OKI karena sikap tegasnya itu juga menjadi sikap dari Liga Arab, Liga Muslim se-Dunia, GCC (organisasi Kerja Sama negara-negara Teluk),” kata pria yang akrab disapa HNW itu di Jakarta, Selasa (24/2).
Dia mengatakan mestinya hal itu membangkitkan tanggung jawab OKI untuk kuatkan solidaritas untuk kuatkan eksistensi OKI untuk menyelamatkan kedaulatan negara-negara anggotanya termasuk Palestina, agar selamat dari ekspansionisme dan penjajahan Israel.
Selain itu, dia pernyataan Dubes AS tersebut juga jelas bertentangan dengan upaya “perdamaian” yang sedang dipromosikan oleh Presiden AS Donald Trump melalui Board of Peace (BoP). Menurut dia, negara-negara OKI yang menjadi anggota BoP harus meminta klarifikasi terkait hal itu kepada Trump.
“Bila tetap tidak ada koreksi dan membiarkan pernyataan terbuka Dubes AS itu, maka bisa diartikan bahwa Trump pun sependapat dengan Dubesnya, dan potensial menggagalkan misi BoP yang dibentuknya sendiri yakni untuk akhiri perang dan hadirkan perdamaian,” katanya.
Apabila pernyataan yang provokatif itu dibiarkan, dia menilai, justru akan terus menimbulkan kondisi Timur Tengah yang semakin panas dan jauh dari perdamaian. Agenda wujudkan klaim Israel Raya sebagaimana disebut Dubes AS itu, menurut dia, sudah lama dikritisi dan diingatkan oleh kelompok-kelompok perlawanan di Gaza/Palestina.
Dia pun mendesak bila pernyataan Dubes AS itu tidak juga dikoreksi oleh Presiden Trump, maka opsi Indonesia untuk menarik diri dari keanggotaan BoP sebagaimana disampaikan oleh Presiden Prabowo di depan pimpinan Ormas Islam dan para mantan Menlu/Wamenlu, penting dipertimbangkan untuk dilaksanakan.
“Karena pernyataan itu jelas bertentangan dengan ketentuan UUD NRI 1945 yang menjadi rujukan di Indonesia, yakni menghapus segala bentuk penjajahan, dan tidak sesuai dengan sikap resmi Indonesia yang berulangkali dinyatakan Presiden Prabowo maupun Menlu Sugiono, yang tetap membela Palestina,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















