Drone Iran sasar kantor CIA di Arab Saudi. Aktual/X/@WorldTimesWT

Jakarta, aktual.com – Kantor atau stasiun milik badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA) di Riyadh, Riyadh, dilaporkan menjadi sasaran serangan drone Iran pada Senin (2/3/2026) waktu setempat.

Dilansir CNN, serangan tersebut terjadi ketika Iran menargetkan sejumlah fasilitas pemerintah Amerika Serikat yang berada di ibu kota Arab Saudi tersebut.

Dalam serangan terhadap stasiun CIA itu tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, drone Iran menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan fasilitas intelijen Amerika Serikat tersebut.

Hingga kini, pihak CIA belum memberikan komentar resmi terkait serangan terhadap fasilitas intelijen AS di kawasan Timur Tengah tersebut.

Sebelumnya, serangan juga dilaporkan menyasar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Arab Saudi. Dua drone Iran disebut menyerang langsung area kedutaan, sementara drone lainnya menghantam wilayah di sekitar kompleks diplomatik tersebut.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah memulai operasi untuk menghancurkan fasilitas milik Amerika Serikat di wilayah Arab Saudi.

“Ledakan di kedutaan Washington di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, adalah langkah ke arah ini,” tulis IRGC melalui kanal Telegram resminya.

Sementara itu, laporan Al Jazeera menyebut Amerika Serikat bersama sejumlah negara Timur Tengah mengeluarkan pernyataan bersama mengecam serangan Iran.

Negara-negara yang menyampaikan kecaman antara lain Amerika Serikat, Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Mereka menegaskan hak untuk membela diri serta menyatakan siap mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.

Pernyataan bersama tersebut juga menekankan komitmen untuk melindungi wilayah, warga negara, serta penduduk masing-masing negara, termasuk opsi memberikan respons terhadap agresi yang terjadi.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak menginginkan konfrontasi dengan negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

“Kami tidak memiliki masalah dengan negara-negara di seberang Teluk Persia. Iran mempertahankan hubungan persahabatan dan bertetangga baik dengan semuanya,” ujar Araghchi pada Minggu (1/3/2026).

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt