Sejumlah kendaraan roda empat saat bergerak menuju kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten, pada masa arus balil hari keempat setelah Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, Minggu (14/4/2024). ANTARA/Aloysius Lewokeda.

Jakarta, Aktual.com – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, khususnya pada lintas penyeberangan Sumatra–Jawa. Langkah ini dilakukan guna memastikan perjalanan pemudik kembali berjalan lancar dan terkendali.

“Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini, fokus kita adalah memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik, dengan respons yang lebih cepat serta strategi yang lebih matang,” ujar Dudy dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).

Ia menjelaskan, strategi tersebut merupakan hasil evaluasi pelaksanaan arus mudik. Kementerian Perhubungan juga telah menggelar rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan di kantor PT ASDP Indonesia Ferry di Merak.

Dalam menghadapi lonjakan kendaraan, pemerintah akan mempercepat penerapan mekanisme tiba–bongkar–berangkat (TBB). Selain itu, dilakukan simulasi kapasitas layanan dengan skema operasional lima hingga enam dermaga guna meningkatkan daya tampung pelabuhan.

Antisipasi juga difokuskan pada potensi kepadatan di kawasan Pelabuhan Bakauheni agar tidak menghambat proses bongkar muat. Optimalisasi rest area dilakukan melalui koordinasi dengan Korlantas Polri dalam pengaturan arus kendaraan.

Selain itu, pemerintah menyiapkan opsi penggunaan lintas alternatif melalui Pelabuhan Panjang menuju Krakatau Bandar Samudra (KBS) jika terjadi penumpukan kendaraan. Pemanfaatan teknologi juga diperkuat dengan penggunaan drone untuk memantau kondisi lapangan secara real-time.

Di sisi hulu, penerapan delaying system dilakukan dengan mengoptimalkan buffer zone dan rest area di Pulau Sumatra. Sistem ini bertujuan menahan kendaraan sebelum memasuki pelabuhan guna mencegah antrean panjang.

Menhub menegaskan, hasil evaluasi arus mudik menjadi dasar perbaikan strategi arus balik. “Setiap catatan selama arus mudik harus segera kita perbaiki. Jangan menunggu masalah membesar. Kuncinya ada pada kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan di lapangan,” tegasnya.

Berdasarkan evaluasi, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026. Meski secara umum berjalan baik, masih terdapat sejumlah catatan, terutama terkait penerapan TBB yang belum optimal di seluruh dermaga.

Ke depan, Dudy meminta agar penerapan TBB dapat diperluas hingga lima sampai enam dermaga. “Penerapan TBB harus lebih responsif terhadap dinamika di lapangan. Jika terjadi lonjakan, harus bisa segera diberlakukan secara optimal,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengendalian arus kendaraan di kawasan pelabuhan serta penertiban sistem tiket melalui platform Ferizy dengan prinsip satu NIK untuk satu tiket.

“Tidak boleh ada ruang untuk praktik percaloan. Sistem harus menjamin keadilan, ketertiban, dan kemudahan bagi masyarakat,” tegasnya.

Menhub memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam arus balik Lebaran tahun ini. “Kelancaran itu penting, tetapi keselamatan adalah yang utama,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi